6 Kontroversi Rocky Gerung Hebohkan Netter,Sebut ILC Tempat Ngibul & Hubungan dengan Ratna Sarumpaet

Nama Pengamat politik Rocky Gerung terus melambung akhir-akhir ini. Dirinya terus mendapat perhatian karena komentarnya blak-blakan dan keras.

6 Kontroversi Rocky Gerung Hebohkan Netter,Sebut ILC Tempat Ngibul & Hubungan dengan Ratna Sarumpaet
Tribunnews
6 Kontroversi Rocky Gerung Hebohkan Netter,Sebut ILC Tempat Ngibul & Hubungan dengan Ratna Sarumpaet 

"Saya lanjut yah ? boleh saya lanjut ? itu barusa saudasra ngabalin mempraktekan apa yang disebut apel siaga, dia kaya memimpin apel siaga, marah-marah depan kamera," kata Rocky Gerung ke Ali Ngabalin.

Menurut Rocky Gerung topik yang saat ini diangkat oleh ILC merupakan dari usulan publik.

"Kalau phubliknya optimis dia gak akan minta Karni Ilyas bahas soal ini," kata Rocky Gerung.

"Jamal yang merontak-rontak Rocky, bukan publik. dimana puiblik berpendapat ? survey apa yang anda pakai ?" kata Ali Ngabalin.

Menurut Karni Ilyas pernyataan Jamal minggu lalu membuat media sosial jadi memperbincangkan soal kotak suara kardus.

Ali Ngabalin meminta Rocky Gerung untuk tidak mengeluarkan kalimat-kalimat provokatif yang menimbulkan kecemasan terhadap publik.

"jangan begitu dong, kita juga orang sekolah, doktor saya pak, saya ngerti itu pilihan katamu, kalau mau jadi oposan, oposan yang benar, jangan seperti pengamat intelektual tapi pilihan katanya menyebarkan kebencian, hati-hati Anda saya akan bertemu dengan anda di forum yang lebih baik," kata Ali Ngabalin ke Rocky Gerung.

"Udah bisa apa saja setelah jadi dokter saudara Ngabalin, ?" tanya Rocky Gerung ke Ali Ngabalin.

"Kalang kabut kan ente ? mau bilang apa coba, hilang narasinya, karena selalu anda menggunakan ujaran kebencian penuh fitnah dan adu domba," kata Ali Ngabalin.

Rocky Gerung kembali melanjutkan pernyataannya.

Namun Rocky Gerung kembali memberi ruang bagi Ali Ngabali untuk mengajukan interupsi.

"Saya doktor benar, ente profesor dari mana ?" tanya Ali Ngabalin ke Rocky Gerung.

Karni Ilyas kemudian menengahi pertanyaan dari Ali Ngabali.

Menurut Karni Ilyas, gelar profesor tersebut disematkan oleh dirinya dalam konteks bercanda.

"Gini, dia tidak pernah dia ngomong profesor, justru yang salah itu forum ini, saya yang pertama nyebut prof, padahal bercanda waktu itu," jawab Karni Ilyas soal pertanyaan Ali Ngabalin ke Rocky Gerung

2. Rocky Bahas Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Freeport

Rocky Gerung juga mengikuti dinamika terkait desas-desus pertemuan antara Presiden RI Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet .

Dalam ciutan terbarunya di Twitter, Rocky Gerung mengomentari pertemuan Jokowi dengan Bos Freeport ini.

Awal mula pertemuan Jokowi dan Bos Freeport diungkap Said Didu salah satu tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pada mulanya. . Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Besar Freeport, Jim Moffet," kicau Rocky Gerung seperti dilansir tribun-timur.com Jumat (22/2/2019) dari akun twitter Rocky Gerung @rockygerung.

Salah satu cuitan meminta Rocky Gerung untuk membaca ulang wawancara Sudirman Said pada 2015 agar tidak terjadi kesalahan.

"Kalau pakai akal sehat, coba baca wawancara @sudirmansaid di Majalah TAMBANG Nov 2015 ini. Siapa yang berbohong?' tulis akun Prastowo Yustinus memberi opini p embanding atas cuitan Rocky Gerung.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan adanya pertemuan antara Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet di Indonesia.

Pertemuan rahasia tersebut menurut Sudirman Said, menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan nomor 7522/13/MEM/2015 yang berisi perpanjangan kegiatan operasi freeport di Indonesia.

Selama ini, ia sering dituding sebagai orang yang memperpanjang izin tersebut.

"Mengenai surat, tanggal 7 Oktober 2015, jadi surat itu menjadi penguatan publik, saya seolah olah memberi perpanjangan izin, itu persepsi publik," kata Sudirman Said di acara diskusi peluncuran buku 'Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan', di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (20//2/2019).

3. Blak-blakan Dukung Prabowo

Rocky Gerung termasuk yang getol mengeritik kebijakan Presiden Jokowi.

Rocky Gerung juga terang-terangan menyatakan keberpihakan ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadapi Pilpres 2019.

Dirinya bahkan menghadiri deklarasi relawan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Rocky Gerung ikut bicara di deklarasi relawan Prabowo Subianto ini. Tapi bukan sekarang.

Tapi fans Rocky Gerung jangan khawatir,  engamat Politik Rocky Gerung rupanya sudah menyiapkan kritikannya untuk Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam sebuah acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Untuk Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Akademisi Rocky Gerung memaparkan, dirinya kerap mendapat kritikan karena hanya bicara di forum milik kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya bilang karena saya mau kritik kekuasaan," katanya dikutip TribunnewsBogor.com dari saluran YouTube Rocky Gerung, Minggu (27/1/2019).

Saat menjadi pembicara dalam deklarasi tersebut, Rocky Gerung memulainya dengan menyindir soal acara pembagian sertifikat tanah.

"Sebelum saya mulai, kenapa banyak kursi kosong di tengah?" kata Rocky sambil menunjuk kearah para pendukung Prabowo Subianto yang ada dihadapannya.

Sontak terdengar riuh tawa dan sorakan dari para pendukung Prabowo-Sandi.

"Oh sorry, sorry. Saya pikir ini acara pembagian sertifikat tanah," katanya lagi.

Baca: Ada Apa? Hastag #NgabalinNontonBokep Trending Topic di Twitter Hari ini, Begini Ceritanya!

Baca: Desainer Danny Satriadi Bocorkan Detail Gaun yang Dipakai Syahrini saat Lamaran, Ada Nuansa Kimono

Baca: 860 Warga Miskin Kecamatan Mandai Dapat Bantuan PKH

Pernyataan itu lantas mendapatkan sorakan lebih ramai dari sebelumnya.

Tak hanya itu, Rocky juga menyinggung soal cara penyampaian visi dan misi Jokowi di debat perdana Pilpres 2019, yang menggunakan teks.

Saat dialognya harus dijeda karena adzan Ashar, mimbar pidato sempat dipindah dan dikembalikan.

Rocky menyebutkan bahwa teksnya hilang karena mimbar sempat dipindahkan.

"Tadi ini (mimbar) dipindahin ke situ, ini teks saya kok hilang ya?" kata Rocky seusai jeda adzan.

"Visi-misi hilang," imbuhnya.

Menurutnya bahwa penyampaian visi-misi harusnya tidak perlu menggunakan teks.

"Visi-misi itu bukan apa yang ada di teks, tapi apa yang ada di otak. Apalagi orang yang sudah 4 tahun galang-gulung dengan problem, seharusnya tidak diperlukan bahkan satu huruf pun," kata dia.

Bahkan, Rocky Gerung mengaku mendapat kritikan lantaran dirinya hanya mau berbicara di kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Menurutnya, pihaknya tidak menutup pintu jika kubu capres 01 Jokowi-Maruf Amin memintanya untuk hadir ditengah-tengah mereka.

Sebab, kata dia, kubu tersebut tinggal hanya perlu mengirimkan undangan saja kepadanya.

Roky Gerung kembali menegaskan, jika ia diminta datang dan berdialog di kubu calon presiden petahana, maka ia tetap akan mengkritik kekuasaan.

"Saya enggak akan berubah. Dia pikir kalau saya bicara di situ, saya akan kritik Prabowo? Ya enggak lah," tegas Rocky Gerung .

Meski demikian, Rocky juga tegas menyatakan akan memberikan kritikannya pada Prabowo jika sudah menjadi presiden.

"Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik. Catat jejak digital hari ini," ujarnya.

4. Alasan Kritik Presiden Jokowi

Rocky Gerung mengatakan, terkait kritikan pada Jokowi, Rocky menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyerang presiden sebagai persona.

"Yang saya kritik bahkan saya nyinyirin adalah tubuh politiknya, tubuh publiknya, kebijakan publiknya," tegas Rocky.

 Menurutnya, Jokowi adalah sosok yang sederhana.

"Bahkan persona pak Jokowi. Pak Jokowi adalah persona yang sederhana. Dan itu saya bangga. Kesederhanaan cocok bagi dia sebagai kepala keluarga, tapi bukan sebagai kepala negara," imbuh Rocky.

Baca: Diduga Babi Ngepet, Seekor Babi Dibawa ke Kantor Polisi, Ini Faktanya

Baca: Target WBK, Bagsumda Polres Maros Benahi Internal

Baca: Sembilan Penyuluh Pertanian Lulus PPPK, Pemkab Barru Buat Usulan Revisi ke Menpan RB

Diakhir pembicaraannya, ia juga menginginkan tim Prabowo-Sandi Sukses.

"Saya bukan tim sukses Prabowo-sandi. Jelas itu, tapi saya ingin tim ini sukses," tegasnya.

5. Rocky Gerung Kok Jokowi Lagi?

Beberapa waktu lalu masyarakat juga sempat heboh menyebut Rocky Gerung berpindah dukung Jokowi-Ma'aruf. 

 Rocky Gerung kini dukung Jokowi - Maruf Amin? Lihat aksinya di samping Akbar Faizal dan Donny Gahral Adian.

Pengamat politik dan filsafat, Rocky Gerung sempat terlibat debat panas dengan sesama pengamat, Donny Gahral Adian serta anggota DPR RI, Akbar Faizal pada talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TV One, Selasa (5/2/2019).

Namun, setelah itu, peristiwa tak disangka terjadi.

Sebuah potongan video beredar melalui grup aplikasi pesan instan WhatsApp mempelihatkan Rocky Gerung yang diapit Donny Gahral Adian dengan Akbar Faizal tampak mengacungkan satu jari.

Donny Gahral Adian tampak tak mengacungkan satu jari, namun jempol.

Sementara Akbar Faizal tertawa terbahak-bahak.

Akbar Faizal sekaligus politisi Partai Nasdem disuruh mengacungkan dua jari oleh seseorang dari balik kamera, namun dia menolak.

Mengacungkan satu jari dalam momen tahun politik ini sebagai penanda dukungan kepada Capres dan Cawapres Jokowi - Maruf Amin, sedangkan dua jari untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Rocky Gerung selama ini dikenal kontra dengan Jokowi.

Dia selalu mengeritik segala kebijakan Jokowi dan mendukung kubu rivalnya.

Apakah ini penanda jika Rocky Gerung sebenarnya mendukung Jokowi - Maruf Amin atau hanyalah sebuah gimmick?

Tonton videonya di bawah ini.

6. Rocky Dikaitkan dengan Ratna Sarumpaet

Akhirnya terungkap, inilah isi WhatsApp Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung saat berbohong dianiaya.

Dibeberkan dalam persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arya Wicaksana membongkar isi komunikasi tertulis (chatting) melalui aplikai WhatsApp antara terdakwa kasus penyebaran kabar bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet dengan pengamat politik, Rocky Gerung.

Jaksa juga membacakan dakwaan serta kronologi Ratna Sarumpaet merancang kebohongannya dianiaya orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat pada 21 September hingga akhirnya terbongkar pada 3 Oktober 2018.

Ternyata, Ratna Sarumpaet disebut menjalani tindakan medis perbaikan wajah di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Bina Estetika yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018.

Dakwaan itu dibacakan JPU Arya Wicaksana pada sidang perdana Ratna Sarumpaet.

"Terdakwa ditempatkan di ruang perawatan ruang B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak 21 September sampai 24 September 2018. Selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam posisi bengkak dan lebam akibat tindakan medis dengan HP merek iPhone," kata Arya di di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Arya juga membacakan Ratna Sarumpaet datang ke rumah sakit tersebut untuk menjalani operasi mengencangkan kulit muka. Namun operasi diduga gagal, sehingga wajahnya berubah bentuk, bengkak.

Baca: Penyebab Demo Film Dilan 1991 dan Ditolak Tayang di Makassar

Baca: Pendaftaran UTBK untuk SBMPTN 2019 Dibuka, Cek Syarat hingga Jadwal di Sini, Tak Gratis!

Baca: Ustadz Nur Maulana Tak Hadiri Islam Itu Indah Besok, Ungkap Alasan di Samping Dokter Cantik

Belakangan, Ratna Sarumpaet mengabarkan ke berbagai pihak kondisi lebam pada wajahnya akibat dipukul orang tak dikenal ketika bertandang ke Bandung, Jawa Barat untuk sebuah konferensi internasional, pada 21 September.

Dalam pembacaan dakwaan, JPU juga mengungkapkan isi percakapan WhatsApp antara Ratna Sarumpaet dengan pengamat politik Rocky Gerung, yang dijadikan sebagai saksi dalam kasus ini.

JPU menjelaskan kronologi dan percakapan WhatsApp Ratna Sarumpaet dengan Rocky Gerung.

Pada hari Selasa Tanggal 25 September 2018 sekira pukul 20.43 WIB, Ratna Sarumpaet mengirimi foto wajahnya yang lebam dan bengkak kepada Rocky Gerung.

Selain foto wajahnya yang lebam, Ratna Sarumpaet juga menuliskan pesan yang berisi, "21 September 2018 jam 18.50 WIB area Bandara Bandung."

Pada hari yang sama sekitar pukul 24.00 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengirim pesan kepada Rocky Gerung yang berisi, "Not for Public".

Kemudian Rabu, 26 September 2018 sekitar pukul 22.24 WIB, Ratna Sarumpaet mengirim lagi berita kepada Rocky Gerung dengan pesan yang berisi, "Sakit seputar rongga mata, retak di pelipis dan rahang. Tak sepedih kitab terkoyak di tangan kanan. Menganga."

Pukul 22.32 WIB, Ratna Sarumpaet mengirimi beberapa foto wajah bengkaknya dan disertai pesan, "Hari ke lima."

Pada Kamis, 27 September 2018 sekitar puku;l16.30 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengirim pesan kepada Rocky Gerung yang berisi, "Hai Rocky, negerinya makin gila n hancur. Need badly."

Baca: Setahun Jadi Juara LIDA, Siapa Sangka Beginilah Kondisi Rumah Selfi di Kampungnya di Soppeng

Baca: Foto-foto Cantiknya Reiko Barack Ibu Reino Barack yang Asli Jepang, Tak Pernah Muncul di TV?

Baca: Bertahun-tahun Terpendam, Norman Kamaru Akhirnya Ungkap Kenapa Dirinya Dipecat sebagai Polisi

Lalu pukul 1.30 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengririm pesan berisi, "Need you badly."

Pukul 16.36 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengirim pesan, "Pasti kau bahagia sekali di sana ya. Penghormatan pada alam as you."

Dalam pembacaan isi percakapan tersebut oleh jaksa, tidak ada balasan pesan dari Rocky Gerung.

Saat peristiwa itu terjadi, Rocky Gerung sedang berada di Rusia untuk mendaki Gunung Elbrus.

Rocky Gerung mengaku menerima foto wajah lebam Ratna Sarumpet melalui WhatsApp.

"Ya, menerima foto, tetapi menerima itu jelas dari WA (WhatsApp) Ibu Ratna Sarumpaet," ujar Rocky usai diperiksa sebagai saksi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Rocky Gerung baru menyadari Ratna mengirimkan foto tersebut saat ia tiba di Indonesia pada 1 Oktober 2018.

Rocky Gerung mengaku tengah berada di Rusia saat kasus dugaan pengeroyokan Ratna bergulir.

"Artinya (foto muka lebam Ratna) dikirimkan sebelumnya (sebelum 1 Oktober 2018). Saya enggak buka WA karena saya tukar (kartu) SIM Rusia buat menghemat pulsa," tuturnya.

Rocky Gerung mengaku menerima empat foto dari Ratna Sarumpaet.

Namun, Ratna Sarumpaet tidak mencantumkan keterangan apa pun ketika mengirimkan foto tersebut.

Polisi menduga Rocky Gerung menjadi salah satu pihak yang menerima foto wajah lebam tersebut.

"Ya saya buka Twitter atau buka Facebook. Pada waktu kejadian saya ada di ketinggian 5.600 meter di gunung es. Jadi saya enggak tau apa yang terjadi di Jakarta. Saya di gunung di Rusia, di Elbrus," ujarnya.

Minta Bertemu Prabowo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Payaman membacakan dakwaanya terhadap terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Dalam surat dakwaannya, JPU Payaman menuturkan Ratna Sarumpaet minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto usai mengarang cerita bohong penganiayaan dirinya, terjadi 21 September 2018 di Kota Bandung.

Payaman menuturkan, Ratna Sarumpaet meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto melalui Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Selain meminta pada Said Iqbal, Ratna juga menyampaikan permintaan serupa kepad Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Fadli Zon.

 

"Terdakwa meminta kepada saksi Said Iqbal untuk dipertemukan dengan saudara Prabowo Subianto. Sebelumnya, terdakwa juga sudah berbicara dengan saudara Fadli Zon dan mendapat informasi bahwa sedang diatur waktunya untuk bertemu dengan saudara Prabowo," ujar Payaman.

Lanjut Payaman, Ratna juga sempat mengirim foto wajahnya yang bengkak dan lebam kepada Said Iqbal untuk diteruskan kepada Prabowo Subianto.

"Terdakwa juga mengirimkan tiga buah foto wajah lebam dan bengkak ke handphone saksi Said Iqbal dan diteruskan kepada ajudan saudara Prabowo Subianto atas nama saudara Dani. Serta meminta agar foto yang dikirimkan kepada saksi Said Iqbal untuk disampaikan kepada saudara Prabowo Subianto," kata Payaman.

JPU mendakwa Ratna dengan dua Pasal, pertama Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Dakwaan kedua, Ratna didakwa melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Tribunnews/tribunWow/TribunTimur)

 

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved