Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Data Dinkes Sulsel: Jumlah Warga Digigit Ajing Meningkat

Untuk data tahun 2018, 6175 kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) 15 orang meninggal

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Dinas Kesehatan Sulsel
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR (tengah) 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Kasus gigitan Anjing Rabies menjadi perhatian Dinas Kesehatan Sulsel.

Kasus yang mematikan ini dianggap sudah mengancam keselamatan masyarakat saat melakukan aktivitas di lingkungannya.

Selasa (26/2/2019), Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR mengatakan tahun 2019 ini tercatat 444 kasus orang yang digigit Anjing. Data ini kata dia, lebih besar dibandingkan bulan berjalan pada 2018.

Baca: Beda Pilihan di Pilpres, Lihat Detik-detik Sandiaga Uno Berlutut Depan Jusuf Kalla, Baru Terjadi

Baca: Hasil Survei Elektabilitas Terbaru, PoliticaWave Rilis Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Maruf

Baca: Diduga Sebar Kampanye Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan, Tiga Emak-emak Resmi Jadi Tersangka

Untuk data tahun 2018, sebanyak 6175 kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies). Di tahun itu juga tercatat ada 15 orang yang meninggal atas kasus ini.

Dokter Nurul mengatakan penyebab sehingga seseorang yang digigit anjing rabies meninggal dunia, itu karena lambat mendapatkan penanganan medis.

"Jadi rata-rata mereka yang meninggal dunia itu karena terlambat tertangani," ujar dr Nurul.

vaksin anti rabies

Menurutnya setiap korban rabies yang tidak mendapatkan vaksin anti rabies akan meninggal di hitungan satu kali 24 jam.

Karena hal ini mengancam aktivitas keseharian masyarakat, Dinas Kesehatan Sulsel melakukan pencegahan dengan meningkatkan upaya edukasi ke masyarakat melalui pusat kesehatan yang ada di wilayah kecamatan dan desa.

Salah satunya materi sosialisasi itu dengan memberikan penekanan kepada pemilik hewan, agar memelihara hewan dengan bersih.

Selain itu, para peternak hewan melaporkan hewan piaraan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ada diwilayahnya, agar dilakukan penyuntikan vaksin anti rabies.

Namun salah satu upaya yang paling efektif agar kasus ini bisa ditekan, dengan cara pelibatan semua unsur dan kesadaran para pemilik hewan piaraan.

 Laporan wartawan tribun-timur.com, Saldy

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

 

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved