Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sejarah Jalan Gatot Subroto, Dikenal Sebagai Tentara yang Solider

Salah satunya pahlawan Gatot Subroto. Nama ini telah digunakan sebagai nama jalan di beberapa kota. Termasuk Kota Makassar.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
int
Gatot Subroto 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa nama jalan di Indonesia diambil dari nama pahlawan.

Salah satunya pahlawan Gatot Subroto. Nama ini telah digunakan sebagai nama jalan di beberapa kota. Termasuk Kota Makassar.

Jl Gatot Subroto, Kota Makassar berada di sekitar Jl Korban 40 ribu jiwa dan tol reformasi.

Dilansir dari wikipedia.org Gatot Subroto merupakan Jenderal TNI (Purn) juga tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan juga pahlawan nasional Indonesia.

Gatot Soebroto lahir di Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907 – meninggal di Jakarta, 11 Juni 1962 pada umur 54 tahun. Ia dimakamkan di Ungaran, kabupaten Semarang.

Sejarah

Setamat pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Gatot Subroto tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun memilih menjadi pegawai.

Namun tak lama kemudian pada tahun 1923 memasuki sekolah militer het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) di Magelang.

Sempat menjadi sersan kelas II saat dikirim di Padang Panjang selama lima tahun, Gatot Subroto kemudian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan lanjutan, pendidikan masose.

Gatot Subroto dikenal sebagai tentara yang solider terhadap rakyat kecil meski tengah bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang.

Ia dianggap contoh seorang pemimpin yang layak diapresiasi berkat jasa-jasanya.

Bergabung dengan KNIL membuat Gatot Subroto paham dan mengerti bagaimana seorang tentara harus bertindak.

Setelah Jepang menduduki Indonesia, serta merta Gatot Subroto pun mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air (PETA), organisasi militer milik Jepang yang merekrut tentara pribumi untuk berperang, di Bogor.

Di sanalah karier Gatot Subroto mulai merangkak naik. Selepas lulus dari pendidikan Peta, ia diangkat menjadi komandan kompi di Banyumas sebelum akhirnya ditunjuk menjadi komandan batalyon.

Setelah kemerdekaan, Gatot Subroto memilih masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan kariernya berlanjut hingga dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved