Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Uang Retribusi Pasar Sentral Bulukumba Kurang, Dinas Perdagangan Turun Tangan

Idham ‎mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan dan pengumpulan data terkait kebocoran pendapatan.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasrul
handover
Aktivitas pedagang di depan masjid yang berada dalam kawasan Pasar Sentral Bulukumba. 

TRIBUN-BULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba, mencari tahu terkait adanya kekurangan setoran dalam penarikan retribusi di Pasar Sentral Bulukumba, Jl Samratulangi, kota Bulukumba.

Jika ditemukan, Dinas Perdagangan Bulukumba bakal memberikan tindakan dan sanksi yang tegas.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba, Idham Umar, Senin (18/2/2019).

Baca: VIDEO: Aksi Saling Dorong Satpol PP dengan Pemuda Benteng Gattareng Bulukumba

Baca: Tekan Angka Kecelakaan, Personel Satlantas Polres Jeneponto Gencar Lakukan Ini

Idham ‎mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan dan pengumpulan data terkait kebocoran pendapatan.

"Dugaan seperti itu memang kita tengah telusuri karena memang pengelolaan Pasar ini baru diserahkan kepada kita. Saat ini ada 42 jumlah pasar yang kita kelolah," kata Idham.

Idham menjelaskan, kebocoran retribusi yang terjadi di Pasar Sentral Bulukumba akan menjadi fokus utama pembenahan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Baca: Kepala Bulog Pangkep Enggan Berkomentar Terkait Kualitas dan Distribusi Rastra 2019

Hal tersebut menjadi penting, agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar bisa dicapai.

"Inikan tahap awal, tapi yang jelas kita akan lakukan evaluasi semuanya. Kalau misalnya ada informasi pungli seperti ini kita tentu lakukan pemantauan di lapangan," jelas Idham.

Sebelumnya, staf Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba, Muh Amir membeberkan, pihaknya menemukan adanya kekurangan setor yang dilakukan pihak pengumpul retribusi.

Baca: 5 Fakta Prabowo Kelola Perusahaan Pemasok Bahan Baku Kertas di Aceh, Tempat Jokowi Pernah Bekerja

Pasalnya, jumlah penerimaan diduga berbeda jauh dengan jumlah penyetoran.

"Selisi jumlah penyetoran sangat jauh angkanya dari nilai yang tercatat di lapangan. Ini bisa jadi dilakukan pemotongan sebelum disetor," kata Muh Amir.

Sekadar diketahui, dibawah pengelolaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bulukumba, PAD dari Pasar Sentral Bulukumba diharap meningkat.

Pasalnya, saat dalam kendali Bapenda Bulukumba, target PAD Pasar Sentral Bulukumba hanya mencapai Rp 3,7 miliar, atau terealisasi sekitar Rp 50 persen dari target. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved