Pedagang Sate di Bulukumba Dilema Naikkan Harga Akibat Plastik Mahal
Harga plastik di Bulukumba naik hingga 40-100 persen. Pedagang UMKM mengeluh, dilema menaikkan harga produk atau menanggung biaya tambahan.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- UMKM Bulukumba, Sulsel terdampak kenaikan harga plastik hingga 40-100 persen akibat gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah.
- Pedagang sate Falen dilema menaikkan harga atau menanggung biaya tambahan.
- Kepala Toko Bulukumba Plastik menyebut penjualan turun 10 persen. Jenis plastik yang naik meliputi kresek, mika makanan, PP, PE, PET, hingga bubble wrap.
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ikut terdampak kenaikan harga plastik.
Seluruh pelaku usaha makanan dan minuman yang menggunakan plastik kini harus menanggung biaya lebih tinggi.
Salah satunya Falen, pedagang sate di Kecamatan Ujung Bulu.
Ia mengaku beberapa hari terakhir harus mengeluarkan biaya lebih besar dibanding sebelumnya.
“Kami pelaku usaha di Bulukumba cukup terdampak. Saya serba salah dan harus menanggung biaya tinggi dari biasanya,” kata Falen saat ditemui di Bulukumba Plastik, Jl AP Pettarani, Kamis (9/4/2026).
Falen dilema menaikkan harga sate atau menanggung biaya tambahan.
“Kalau saya naikkan harga, pelanggan mengeluh. Kalau tidak, saya harus tanggung biaya beli plastik yang rata-rata naik Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per pak,” ujarnya.
Sambil memperlihatkan kantong kresek, Falen mengaku tidak punya pilihan.
“Mau diapa, kita butuhkan, mau tidak mau harus beli,” katanya.
Kepala Toko Bulukumba Plastik, Isfan, menyebut kenaikan harga dari distributor di Makassar membuat konsumen ikut terdampak.
“Konsumen mengeluh, ada penurunan sekitar 10 persen dari sebelum harga plastik naik,” katanya.
Isfan menambahkan, pembelian plastik juga menurun. “Tadinya kebutuhan plastik 100 pak, sekarang rata-rata 70 atau 60 pak,” ujarnya.
Bulukumba dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan UMKM cukup pesat, mulai dari minuman hingga makanan instan, baik di ibukota kabupaten maupun desa.
Saat ini harga berbagai jenis plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 40-100 persen pada April 2026.
Kenaikan dipicu gangguan pasokan bahan baku nafta dari Timur Tengah akibat konflik.
Jenis plastik yang naik meliputi:
Kantong plastik kresek, dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak.
Plastik Polypropylene (PP), naik sekitar 24 persen.
Mika makanan dan wadah plastik pembungkus.
Plastik PE (Polyethylene), plastik pembungkus fleksibel.
Plastik PET (Polyethylene Terephthalate), biasanya untuk botol minuman.
Plastik umum dan bubble wrap, plastik pelindung paket. (*)
| Enaknya Jadi ASN Pemprov Sulsel, Tiga Hari Ngantor dalam Sepekan |
|
|---|
| Luwu Raya Target Lumbung Suara PKB Sulsel, Muscab Serentak Jadi Ajang Evaluasi Ketua DPC |
|
|---|
| Resmi ASN Pemprov Sulsel Ngantor 3 Hari, Terapkan WFA dan WFH |
|
|---|
| Ular Piton Sepanjang 3 Meter Serang Ternak Ayam Petelur di Sinjai, Warga Geger! |
|
|---|
| Promo Spesial Diler Motor di Sulsel: Honda DP Ringan, Yamaha Potongan Angsuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-9-april-harga-plastik-bulukum.jpg)