Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sudah Ada Sejak 1908, Ini Sejarah Converse, Hingga Akhirnya di Gandeng Nike

Dilansir dari beberapa sumber media, perusahaan Converse telah didirikan sejak 1908.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
int
Kristen Stewart adalah pengguna Converse 

Selain pakaian dan alas kaki, perusahaan ini menjual barang-barang lainnya melalui pengecer di lebih dari 160 negara dan melalui sekitar 75 toko ritel milik perusahaan di seluruh Amerika Serikat, dan mempekerjakan 2.658 di AS pada tahun 2015.

Pada usia 47, Marquis Mills Converse, yang sebelumnya seorang manajer di sebuah perusahaan manufaktur alas kaki, membuka Converse Rubber Shoe Company pada Februari 1908 di Malden, Massachusetts.

Perusahaan ini adalah produsen sepatu karet, menyediakan sepatu bersol karet musim dingin untuk pria, wanita, dan anak-anak.

Pada 1910, Converse memproduksi sepatu setiap hari, tetapi baru pada tahun 1915 perusahaan mulai memproduksi sepatu atletik.

Katalis perusahaan datang pada tahun 1917 ketika sepatu bola basket Converse All-Star diperkenalkan.

Kemudian pada tahun 1923, seorang pemain bola basket bernama Charles H. "Chuck" Taylor berjalan ke Converse mengeluh sakit kaki.

Converse memberinya pekerjaan, dia bekerja sebagai salesman dan duta besar, mempromosikan sepatu di sekitar AS, dan pada tahun 1932 tanda tangan Taylor ditambahkan ke tambalan All-Star pada sepatu klasik dengan sepatu tinggi.

Ia melanjutkan pekerjaan ini hingga tak lama sebelum kematiannya pada tahun 1969.

Converse juga mengkustomisasi sepatu untuk New York Renaissance ("Rens"), tim bola basket profesional profesional pertama Amerika-Afrika.

Pada tahun 1962, pusat Wilt Chamberlain dari Philadelphia Warriors mencetak 100 poin dalam pertandingan NBA sambil mengenakan sepasang Chucks, meraih kemenangan 169-147 atas New York Knicks di Hershey, Pennsylvania pada 2 Maret.

Pada tahun 1970-an, Converse membeli hak merek dagang untuk sepatu kets Jack Purcell dari B.F. Goodrich.

Converse kehilangan monopoli mereka sejak tahun 1970 dan seterusnya, dengan pesaing baru, termasuk Puma dan Adidas, kemudian Nike, kemudian satu dekade kemudian Reebok, yang memperkenalkan desain baru ke pasar olahraga.

Converse mendapati diri mereka bukan lagi sepatu resmi National Basketball Association (NBA), gelar yang telah mereka nikmati selama bertahun-tahun.

Chevron dan lambang bintang logo yang tetap menggunakan sebagian besar alas kaki Converse selain All Star diciptakan oleh Jim Labadini, seorang karyawan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved