Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Sudah Ada Sejak 1908, Ini Sejarah Converse, Hingga Akhirnya di Gandeng Nike
Dilansir dari beberapa sumber media, perusahaan Converse telah didirikan sejak 1908.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan
TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Converse adalah salah satu brand ternama milik Amerika.
Di Indonesia, para pecinta sepatu dengan gaya simple dan trendi sudah menjamur.
Desain yang sangat sederhana dipadukan warna-warna mencolok, cocok untuk anak muda.
Namun dalam perkembangannya, sepatu ini tidak hanya digunakan pada kalangan anak muda saja.
Dilansir dari beberapa sumber media, perusahaan Converse telah didirikan sejak 1908.
Selama Perang Dunia II, perusahaan menggeser manufakturnya dari publik, dan malah membuat alas kaki untuk militer.
Itu adalah salah satu dari sedikit produsen sepatu atletik dan selama lebih dari setengah abad perusahaan mendominasi pasar sepatu pengadilan Amerika.
Converse mengalihkan produksi ke pembuatan alas kaki, pakaian luar, dan pakaian pelindung dari karet untuk militer.
Perusahaan kembali memproduksi sepatu atletik setelah perang berakhir.
Populer selama tahun 1950-an dan 1960-an, Converse mempromosikan citra Amerika dengan Buku Tahunan Bola Basket Converse.
Artis Charles Kerins menciptakan seni sampul yang merayakan peran Converse dalam kehidupan atlet sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Dari tahun 1970-an, perusahaan kehilangan posisi dominannya setelah perusahaan lain mempresentasikan gaya mereka sendiri.
Sepatu Converse dibedakan oleh sejumlah fitur, termasuk lambang bintang perusahaan, sol karet All Star, jari kaki bundar yang halus, dan strip lilitan.
Converse memproduksi produknya di bawah nama dagang Cons, Chuck Taylor All-Star, John Varvatos, dan Jack Purcell.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/adalah-pengguna-converse.jpg)