Heboh Puisi 'Doa yang Ditukar', Ini Daftar 28 Puisi Karya Fadli Zon Sejak 2014, Sindir Siapa?
Heboh Puisi 'Doa yang Ditukar', Ini Daftar 28 Puisi Karya Fadli Zon Sejak 2014, Sindir Siapa?
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM - Akhir-akhir ini warga lagi dibuat heboh dengan puisi yang dibuat politikus Fadli Zon.
Yang terbaru puisi berjudul "Doa yang Tertukar".
Tidak jelas puisi tersebut ditujukan untuk siapa.
Tapi satu yang pasti puisi itu hadir setelah heboh Mbah Moen, salah sebut nama. Saat mendoakan Jokowi malah sebut nama Prabowo.
Baca: Apa Maksudnya? Spanduk Sambut Sandiaga Uno Tapi Dukung Jokowi-Maruf, Reaksi Sandi dan Jabawan TKD 01
Baca: Puisi Fadli Zon Doa yang Ditukar Dibalas Romahurmuziy Katanya Bela Ulama, Tapi Menista Kiai
Rupanya hobi membuat puisi itu dikarenakan riwayat pendidikan Fadli Zon dari Jurusan Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Sebab ini bukan kali pertama Fadli Zon menciptkan puisi.
Dari penelusuran Tribun, puisi-puisi Fadli Zon itu bahkan tersusun rapi dalam websita Wikipedia.com .
Terhitung sejak 2014, Waketum Gerindra itu sudah menghasilkan karya puisi sebanyak 28.
Dimulai masa kampanye Pilpres 2014, dia membuat delapan puisi. Empat puisi pada 2016. Tujuh puisi di 2017, Tujuh pada 2018 dan dua puisi di 2019.
Fadli Zon tidak menulis satu puisi pun pada 2015. Fadli juga membuat 2 perlombaan membaca puisi di YouTube, yang pertama lomba membaca puisi "Tukang Gusur" pada 2016.
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
Baca: Disindir Jokowi Tak Ngerti Ekonomi Makro, Prabowo Mengaku Paham Angka, Sebut APBN Bocor Rp 500 T
Baca: Apa Itu Propaganda Rusia yang Diduga Dipakai Prabowo Subianto - Sandiaga Uno? Berikut Penjelasannya
Fadli Zon juga menerbitkan Memeluk Waktu yang berisi delapan puisi pilihan yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Inggris, Mandarin, Arab, Rusia, dan Prancis.
Tidak jelas kepada siapakah hampir semua puisi dituju, tetapi, jika dilihat dari preferensi politik Fadli, puisi-puisi tersebut ditujukan kepada Joko Widodo dan pihak-pihak yang mendukungnya. (sumber;wikipedia.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fadli-zon-dan-puisi-doa-yang-ditukar.jpg)