Niat Baik untuk Cegah DBD, 3 Petugas Jumantik Justru Dihajar Warga! Sempat Diancam dan Dikejar
tugas jumantik untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah-rumah warga.
TRIBUN-TIMUR.COM – Ibarat peribahasa, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, demikian nasib rombongan petugas atau Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Jakarta.
Nasib malang dialami Felicia (38) Djayanti, (38) dan Nur Azizah (40), saat akan melakukan tugas jumantik untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah-rumah Warga.
Kejadian itu mereka alami tatkala menyambangi rumah yang ditinggali seorang warga, di Jakarta Selatan pada Jumat (1./2/2019) lalu.
Baca: Ini 25 Kata-kata Bijak Bahasa Mandarin! Banyak Salah Arti Gong Xi Fa Cai! Cocok untuk Sambut Imlek
Baca: IMLEK 2019: 12 Shio di Tahun Babi Tanah, Begini Nasib Percintaan Semua Shio! Penuh Gejolak Asmara?
Niat baik untuk memeriksa rumah warga apakah ada jentik, eh mereka malah kena hajar.
Apalagi saat ini momen musim hujan di mana warga banyak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Saat itu mereka berkunjung di rumah Marwan Sangaji di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa.
Bagaiman kisahnya? Seperti dikutip dari Kompas.com (4/2/2019), berikut ini penuturan salah satu kader jumantik Djayanti.
Kader 12 Orang
Djayanti menuturkan, ia dengan 12 orang kader lainnya sedang berkeliling di RT 08 RW 05 Lenteng Agung.
Sampailah Djayanti dan rekannya di rumah yang ditinggali Marwan Sangaji.
Baca: Malunya Keluarga Ibu Julia Perez Tahu Anaknya Della Perez Dipanggil Polisi Kasus Prostitusi Online
Baca: Lima Tradisi Warga Tionghoa saat Imlek, dari Bersih-bersih Rumah hingga Bagi-bagi Angpao
Djayanti lantas meminta izin kepada pemilik rumah untuk memeriksa rumahnya.
Ia pun dengan sopan melakukannya dan sebelumnya telah mengucapkan salam.

"Biasa, 'permisi, assalammualaikum, saya dari kader jumantik mau memeriksakan jentik-jentik nyamuk'. Izinnya ke bapak itu, ngomong baik-baik," ujar Djayanti saat ditemu Kompas.com di rumahnya, Minggu (3/2/3019).
Bukannya menyambut dengan baik, pelaku langsung beranjak dari duduknya dan naik pitam.
Pelaku meminta Djayanti dan teman-temannya pergi dan tidak usah memeriksa rumahnya, sebab ia bisa membersihkannya sendiri.