Niat Baik untuk Cegah DBD, 3 Petugas Jumantik Justru Dihajar Warga! Sempat Diancam dan Dikejar
tugas jumantik untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah-rumah warga.
Pelaku Mengamuk
Djayanti sang saat itu berada di luar pagar kemudian mengatakan akan memotret rumah si pelaku sebagai bahan laporan ke kelurahan.
Pelaku justru semakin mengamuk dan mengancam ibu-ibu jumantik itu.
Baca: VIDEO: Relawan ACT-MRI Toraja Utara: Maju Terus, Tetap Jaya Tribun Timur
Baca: VIDEO: Wakil Ketua I DPRD Wajo: Semua Informasi Tribun Timur Ditunggu Pembaca
Sementara ibu-ibu lain meminta pelaku agar tidak mengancamnya.
Pelaku lantas keluar rumah dan mengejar rombongan jumantik.
"Dia ngejar dari belakang. Saya ngelihat saya didorong," kata Djayanti.
Salah satu kader yang menjadi korban paling parah adalah Nur Azizah.
Mengutip Tribunjakarta.com, Nur Azizah sampai mengalami luka lebam yang cukup araj di bagian matanya.
Pukulan 3 Kali
Ia mendapat pukulan keras sebanyak 3 kali di bagian mata kanan dan 1 kali di kening bagian kiri.
Sementara Djayanti menderita luka di kepala karena di dorong dan mengenai tembok.
Usai peristiwa itu, kader jumantik langsung melapor ke polisi. Pelaku yang tinggal sendirian di rumah milik saudaranya itu sudah dibekuk.
Baca: Lily Amelia Salurapa, Satu-satunya Calon DPD Berdarah Toraja Bersilaturahmi dengan Bupati Luwu Timur
Baca: Identik dengan Imlek, Begini Sejarah dan Fakta Tarian Barongsai, Ada Sejak Abad ke-3 Sebelum Masehi
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dikutip dari Kompas.com, sangat menyayangkan penganiayaan itu.
Anies Baswedan meyakini korban sudah bekerja sesuai prosedur yang selama ini diberlakukan.
"Kejadian ini adalah kejadian yang sepenuhnya bukan karena jumantik bertindak tidak profesional," kata Anies usai mengunjungi korban penganiayaan itu.