Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: 5 Permainan Anak Zaman Belum Ada Gadget dan Internet, Seru Lho!

Tidak ada jaringan internet dan tanpa gadget. Namun, bisa saja anak jaman dulu tetap menikmati masa kecilnya dengan gembira.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
sanovra/tribuntimur.com
Sejumlah warga baik dari remaja hingga anak-anak memainkan permainan tradisional dalam acara Makassar Tradistional Game Festival (MTGF) yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Sabtu (20/10). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar ini bertemakan "Berkumpul, Bersama dan Bermain" dengan tujuan membantu menimbuhkan kembali geliat permainan tradisional di kalangan anak-anak seperti permainan dende-dende, lompat karet, meriam bambu dan lain-lain. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR- Anak kecil jaman dahulu, menghabiskan waktunya dengan bermain mainan tradisional.

Tidak ada jaringan internet dan tanpa gadget. Namun, bisa saja anak jaman dulu tetap menikmati masa kecilnya dengan gembira.

Selain itu, tingkat kehajatan pada jaman dulu tidak meningkat seperti saat ini.

Jadi, anak kecil bisa bermain sesuka hati.

Biasanya, pada waktu maghrib para anak akan diberitahu untuk pulang.

Bukan hanya di Makassar saja, pastinya hampir diseluruh daerah pada masa dulu pernah mengalami hal yang sama.

1. Bom

Permainan ini sangat favorit pada era 90-an. Di daerah lain, permainan ini disebut Benteng-Benteng.

Namun, di Makassar atau daerah Sulawesi Selatan, permainan ini dikenal dengan nama Bom.

Bom lebih sering dimainkan oleh laki-laki ketimbang perempuan.

Karena, permainan butuh kecepatan dan strategi jitu untuk bisa lolos dari benteng.

Permainan ini terdiri dari dua tim, dan berisi empat orang atau bisa juga lebih.

Tiap-tiap tim memiliki benda yang harus dijaga ditandai dengan batu. Ada wilayah yang sudah disepakati bersama.

Jika pemain memasuk daerah lawan tersentuh, maka harus siap ditahan sampai ada salah satu diantara timnya untuk menyelamatkan dengan cara menyentuhnya kembali.

Tim yang banyak menginjak batu yang berada dan dijaga lawan akan menjadi pemenang.

2. Dende

Permainan ini sangat populer di seluruh anak Indonesia khususnya perempuan.

Beberapa di daerah memiliki penyebutan lain untuk permainan ini.

Bisa dimainkan empat atau lebih. Sebelum bermain, dende digambarkan dengan bentuk kotak-kotak pada tanah.

Kotak-kotak ini harus dilombati dengan satu kaki ataupun dua kaki.

Bagi yang sedang bermain tidak boleh menyentuh garis. Jika tidak akan kalah.

Warga bernostalgia sambil bermain permainan tradisional di Makassar Traditional Games Festival (MTGF) di Monumen Mandala Jl Jenderal Sudirman, Minggu (30/10/2016).
Warga bernostalgia sambil bermain permainan tradisional dende di Makassar Traditional Games Festival (MTGF) di Monumen Mandala Jl Jenderal Sudirman, Minggu (30/10/2016). (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

3. Enggo-Enggo

Permainan ini juga cukup familiar dimasanya. Orang-orang biasa menyebutnya petak umpet.

Semakin banyak pemain dalam permainan ini akan semakin seru.

Banyak mitos beredar kalau memainkan Enggo-Enggo pada malam hari akan disembunyi oleh makhluk ghaib.

Dalam permainan ini, bagi yang kalah akan menutup mata dan menghitung hingga angka 10 lalu mencari teman-temannya satu persatu.

Jika kedapatan dan ketemu untuk pertama kali, akan menjadi penjaga berikutnya.

4. Gebo

Permainan ini menggunakan bola kasti sebagai alat pelempar lawan.

Memang agak sedikit menyakitkan.

Namun akan sangat seru jika dimainkan bersama.

Apalagi jika bisa mengenai target.

5. Cangke

Permainan ini biasanya dibagi menjadi dua tim atau bisa lebih. Dalam memainkan permainan ini diperlukan 2 kayu berbentuk panjang bisa juga bambu.

Selanjutnya dibuat lubang atau bisa menggunakan 2 batu bata bersebelahan untuk meletakkan stik yang kecil tadi, yang nantinya akan dicungkil dan dipukul hingga melayang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved