7 Fakta Hamzah Mamba, Bos Abu Tours Divonis 20 Tahun Penjara: Dari Hidup Susah Hingga Gelimang Harta
Bos Abu Tours, Hamzah Mamba tertunduk lesu usai mendengarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar
Ibunya meninggal kala ia berusia 2 tahun, ayahnya tiada ketika usia Hamzah masih 9 tahun. Ia pun dibesarkan oleh saudara ayahnya.
2. Masuk di UNM, SAg di YAPTI Jeneponto
Tahun 2001, Hamzah Mamba jadi mahasiswa baru (maba) di Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM).
Hamzah kuliah saat mulai berbisnis. “Dia yunior saya di Fakultas Teknik UNM.Tapi jarang sekali saya lihat di kampus dulu, dia jarang masuk kampus karena sibuk bisnis,” ujar seorang alumnus Fakultas Teknik UNM, Muhlis.
Hamzah tak menyelesaikan kuliah di UNM. Maba di UNM, Hamzah Sarjana Agama (SAg) di Sekolah Tinggi Agama Islam YAPTI Jeneponto.
3. Lima Tahun Misterius
Sejak 2015, Hamzah jadi buah bibir, khususnya di kalangan pengelola travel umrah dan haji. Tarif umrah super murah yang dia berlakukan menghentak mulai mengusik travel lainnya. Jamaah Aburtours membeludak, sementara travel lain kesulitan mencari calon jamaah.
Tahun 2011, Abutours hanya mematok tarif Rp 10,5 juta, saat travel lain sudah menawarkan harga di kisaran Rp 14 juta hingga Rp 15 juta.
Sejak itu, Hamzah jadi misterius. Hanya namanya yang selalu disebut, khususnya oleh agen Abutours. Ada yang menyebutnya Pak Haji, ada menyebut Pak Abu.
“Pak Haji sangat low profile. Beliau tidak suka publikasi dan tidak mau muncul di media,” kata beberapa petinggi Abutours ketika coba dilobi untuk mempertemukan dengan Sang Bos.
Hamzah baru muncul ke publik usai wawancara khusus dengan Tribun Timur pada hari Selasa, 19 September 2017 malam.
Dalam sesi wawancara khusus itu, Hamzah menegaskan lagi kepribadiannya. Dia mengaku low profile, tidak ingin diekspos publik. Media lokal hingga nasional, media cetak hingga elektorik antre mewancaranya. Namun ditolaknya.
“Insyallah, kita aman-aman saja. Kami tetap akan memberangkatkan jamaah sesuai jadwal, “ katanya kepada Tribun, di lantai 3 Silverhawk, kafe miliknya di Jl Mappaoddang, Mamajang, Makassar, Selasa (19/9/2017) malam.
Itulah kali pertama, Hamzah berbicara terbuka kepada media massa, setelah rangkaian verifikasi oleh otoritas haji dan umrah provinsi, Kementerian Agama Wilayah Sulsel (Kemenag) Sulsel, dan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Sulsel terdiri dari 7 lembaga pemerintah; Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Polda Sulsel, Kejati Sulsel, Dinas Koperasi Sulsel, Dinas Kominfo Sulsel, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah.
Didampingi Manager Distrik Abutours and Travel Wilayah Timur Elan Suherlan, dan sejumlah petinggi kelompok usaha ini, Abu Hamzah beberapa kali menegakskan, akan memberangkatkan jamaah, mulai Oktober 2017.
4. Jadi Tukang Cuci Piring di Pizza
Hamzah mengaku jiwa enterpreneurship dalam dirinya mulai tumbuh setelah menjadi tukang cuci piring di salah satu restoran cepat saji, Pizza Hut, di Mal Panakkukang, Makassar.
"Setahun lebih saya di sana. Kerjaanya jadi tukang cuci piring. Di Pizza saya banyak belajar. Salah satunya sistem dan pengembangan usahanya," kata Hamzah dalam sesi wawancara khusus dengan Tribun Timur tersebut.