Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berkah Sungai Mandar Bagi Panduru' Batu di Polman

Sungai Mandar melintasi beberapa kecamatan di daerah ini. Diantaranya Kecamatan Tubbi Taramanu, Alu, Limboro hingga Tinambung.

Tayang:
Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
Edyatma Jawi/Tribunpolman.com
Aktivitas warga Kabupaten Polman mengumpulkan batu di Sungai Mandar, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN - Sungai Mandar merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) terbesar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Sungai Mandar melintasi beberapa kecamatan di daerah ini. Diantaranya Kecamatan Tubbi Taramanu, Alu, Limboro hingga Tinambung. Bahkan sungai ini memiliki hulu yang berada di Kabupaten Majene.

Berdasarkan data di website Polman.go.id, terdapat enam DAS di daerah ini. Diantaranya Sungai Maloso, Matakali, Binuang, Silopo, Timbo dan Sungai Mandar.

Sungai Maloso merupakan yang terbesar dengan luas 99.299,51 hektar. Sementara Sungai Mandar merupakan yang terbesar kedua dengan luas 48.034,74 hektar.

Sungai Mandar juga sarat nilai histori. Salah satunya penanaman Mandar yang kelak menjadi identitas kedaerahan dan kesukuan memiliki benang merah dengan sungai ini.

Sejak dulu, aktivitas warga di daerah ini tak terlepas dari Sungai Mandar. Sungai ini menjadi sumber air utama sekaligus jalur transportasi.

Selain itu, sungai ini juga menjadi lahan penghidupan bagi penambang batu tradisional. Dalam istilah lokal Mandar disebut panduru' batu atau dapat diartikan pengambil batu kerikil.

Aktivitas penambangan batu di Sungai Mandar diyakini berlangsung sudah sejak lama.

Seperti yang kini digeluti Sahabuddin, warga Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Limboro, Polman.

Sahabuddin merupakan satu diantaranya banyaknya warga yang menggeluti aktivitas sebagai penambang batu di Sungai Mandar.

Ia dan warga lainnya, mengambil batu dari sungai menggunakan alat seadanya. Hanya dibutuhkan keranjang plastik untuk menampung batu sekaligus menyaring air sungai. Serta gerobak untuk mengangkut batu dan dikumpulkan di pinggiran sungai.

Aktivitas menambang batu ini dilakukan Sahabuddin tiap pagi. Mulai pukul 08.00 wita, Sahabuddin telah berangkat dari rumahnya menuju Sungai Mandar. Tak lupa membawa seluruh peralatan yang dibutuhkan.

Sesampainya di Sungai Mandar, ia menempatkan gerobak di pinggir sungai. Ayah dua anak ini lalu membawa keranjang dan langsung menceburkan diri ke sungai.

"Mandiu tomi tau (sekaligus mandi juga,red)," ujar Sahabuddin, Kamis (10/1/2019).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved