2018 REI Bangun 19 Ribu Rumah, Pengambang Indonesia 11 Ribu
DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel ditarget pusat dapat membangun 20 ribu rumah sepanjang 2018.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - 2018 telah berakhir, dua pengembang ternama di Sulsel mencatat realisasi berbeda dengan target yang berbeda pula.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel ditarget pusat dapat membangun 20 ribu rumah sepanjang 2018.
Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq mengklaim sudah membangun 19 ribu. Artinya masih kurang seribu unit lagi.
Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog Cari Lulusan SMK & S1, Buruan Daftar Online di Link Ini, Tutup 13 Januari
Baca: Ada Apa? Zakir Rasyidin Mundur Sebagai Pengacara Vanessa Angel di Kasus Prostitusi Artis
Baca: PSM Gaet Dua Kiper Baru? Pelatih Kiper: Sabar Dulu, Biar Ada Kejutan!
Baca: PSM Jumpa Kalteng Putra, Wasyiat Hasbullah Termotivasi Hadapi Zulkifli Syukur Cs
Baca: Rapat Paripurna Senat Akademik, 8 Dosen Terpilih Jadi Anggota MWA Unhas
Baca: Polemik Kisi-kisi Debat Capres Ini Sindiran Menohok Jusuf Kalla, Benarkah Request Prabowo-Sandiaga?
Baca: Danny Pomanto Pimpin RUPS PT Kima di Kantor Kementerian BUMN
Baca: Pengamat Politik dari FISIP Unhas Nilai Visi dan Misi Capres Masih Belum Konkret
Baca: Jadwal Penerimaan PPPK Belum Jelas, Ini Kata Sekretaris BKPSDM Pangkep
"Memang target kita naikkan di 2017 di angka15 ribu, di 2018 naik lagi 20 ribu. Mengapa tidak capai target, dikarenakan, Januari sampai April sedikit melambat karena keluarnya peraturan menteri tentang spesifikasi FLPP," kata Sadiq.
Dari 19 ribu unit, 75 persen merupakan rumah subsidi sisanya, rumah komersial.
"Ke depan kita harap regulasi dan perizinan lebih dipermudah. Pengghnaan opini bahwa property lesu itu salah, kami tetap optimis," ujarnya.
Ia berharap, stakeholder yang terkait pengadaan rumah juga lebih agresif dan dukungan pendanaan pembangunan dan KPR tambah dimudahkan.
Begitu juga dengan DPD Pengembang Indonesia (PI) Sulsel. 2018 kemarin mereka menargerkan 15 ribu unit dapat terbangun. Namun realisasinya baru 11 ribu. Artinya masih kurang 4 ribu unit.
Ketua DPD PI Sulsel, Yasser Latief saat dihubungi Selasa (8/1/2018) menuturkan, ada beberapa kendala yang dihadapi selama 2018 kemarin.
"Pertama faktor keterlambatan akad KPR, lalu kelengkapan berkas user," kata Yasser.
KPR Online cukup membantu, kata dia, tetapi itu khusus di wilayah Mamminasata saja. "Di luar itu KPR online tidak terlakana," katanya.
Dari 11 ribu unit yang dibangun, komposisi rumah subsidi di angka 85 persen, sisanya komersil.
Baca: Berikut Prakiraan Cuaca di Wilayah Sulsel Hari Ini, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan
Baca: Jeneponto Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini
Baca: Jurus Sang Raja Peristri Model Cantik Oksana Voevodina, Lalu Kini Berbuah Petaka
Baca: Detik-detik Siswi SMK Ditusuk Pria Bertato hingga Tewas, Terekam CCTV, Gini Selanjutnya
Baca: Wajo Diprediksi Hujan, Kecepatan Angin Capai 40 Knot
Baca: BMKG: Bulukumba Berawan Sepanjang Siang Hingga Malam
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube: