Aspek Kebebasan Sipil di Sulbar Memburuk, Begini Kata Sekprov Sulbar

Perubahan aspek kebebasan sipil dari 2016 ke 2017, turun 9,33 poin atau 82,89% menjadi 73,56%.

Aspek Kebebasan Sipil di Sulbar Memburuk, Begini Kata Sekprov Sulbar
Nurhadi/TribunSulbar.com
Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Aspek kebebasan sipil di Provinsi Sulawesi Barat, mendapatkan predikat buruk.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, menunjukkan, Indek Demokrasi Indonesia (IDI) Sulawesi Barat tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikasi.

Hal tersebut mendapatkan perhatian dari Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Dr Muhammad Idris DP.

IDI Sulbar 2017 sebesar 67.74 % dari skala 0 sampai 100, angka ini turun 4,63 poin dibandingkan dengan IDI Sulawesi Barat 2016 sebesar 72,37 %.

Baca: Pengedar 100 Ribu Rokok Ilegal Disidang Hari Ini, Ini Agendanya

Baca: RSUD Andi Makkasau Juara II Lomba Defile Hut Korpri

Baca: Kartika Putri Ungkap Perubahan Suaminya Habib Usman bin Yahya Usai Menikah, Jauh Banget

Meski dalam kategori sedang, namun disisi lain, IDI Sulawesi Barat di tahun 2017, menunjukkan predikat buruk pada aspek kebebasan sipil.

Perubahan aspek kebebasan sipil dari 2016 ke 2017, turun 9,33 poin atau 82,89% menjadi 73,56%.

Menurut Muhammad Idris, aspek kebebasan sipil atau kebebasan politik warga negara sesungguhnya menjadi substansi dari demokrasi.

"Aspek kebebasan sipil itu harus didapatkan masyarakat,"kata Idris kepada wartawan, usai membukan diskusi perkembangan IDI Sulbar, di Hotel Matos Mamuju, Senin (17/12/2018).

Idris mengutip teori John Locke seorang filsuf dari Inggris, yakni individu right, yang mendudukkan aspek kebebasan sipil sebagai ukuran baik tidaknya demokrasi di suatu negara.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved