MCCC Edukasi Media tentang Bahaya Kanker Kolektoral
Organisasi pasien kanker Makassar Cancer Care Community (MCCC) menyelenggarakan Edukasi Media tentang kanker kolorektal
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai komitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang kanker kolorektal (usus besar), organisasi pasien kanker Makassar Cancer Care Community (MCCC) menyelenggarakan Edukasi Media tentang kanker kolorektal, di Baruga Anging Mamiri, Rujab Wali Kota Makassar, Kamis (13/12/2018).
MCCC adalah komunitas sosial yang lahir pada 17 Agustus 2013, dan didirikan dengan latar belakang kurangnya informasi tentang kanker di kota Makassar.
Para survivor dan dokter kemudian berinisiatif mendirikan suatu wadah yang memberikan informasi tentang kanker kepada penderita kanker.
Baca: Sidang Kasus Korupsi Peningkatan Jalan, Kadis PU Enrekang Dihadirkan di Pengadilan Tipikor Makassar
Baca: Dibocorkan Penjaga Kompleks, Gini Keadaan Rumah Gading Marten & Gisel saat Proses Cerai Berlangsung
Baca: Inilah Awal Mula Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin, Gudang Direnovasi tuk Inneke Koesherawati Kencan
Baca: Lindswell Tak Sendiri, 5 Atlet Ini juga Peluk Agama Islam, Ini Alasannya
Baca: Kematian Ipar Arumi Bachsin - Ada Plastik di Tubuh Eril Dardak & Tontonan Terakhirnya
Baca: La Nyalla Mattalitti Berani Buka Aib, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Hukumnya dalam Islam
Baca: Perjalanan Karier Mario Gomez Jauh Sebelum Gabung di Persib Bandung, Ini Catatan Prestasinya
Baca: Foto-foto Kediaman Presiden Jokowi dan Keluarga Kini, Desain dan Jumlah Kamar Jadi Perhatian
Baca: Bising dan Bau, Warga Allepolea Maros Datangi Pabrik Daging
Baca: 5 Tempa Paling Kerena Lihat Kembang Api di Mala Pergantian Tahun Baru, Kotamu Termasuk?
Ketua MCCC Nurlina Zubair mengatakan, pasien kanker kolorektal di Indonesia
merupakan jumlah terbanyak keempat setelah kanker payudara, serviks dan paru.
"MCCC berusaha secara konsisten melakukan kegiatan edukasi termasuk melalui kerja sama dengan media, agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang kanker kolorektal dan tahu apa yang harus dilakukan jika terdeteksi," ungkap Nurlina.
Nurlina mengunhkapkan, banyak pasien kanker kolorektal datang saat
stadium lanjut, sehingga Ia menekankan pentingnya akses terhadap pengobatan yang sesuai standar kedokteran agar kesintasan dan kualitas hidup pasien meningkat.
“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah membuka akses luas terhadap pengobatan kanker kolorektal melalui program JKN. Saat ini pasien bisa mendapatkan layanan pengobatan kanker kolorektal termasuk kemoterapi dan terapi target melalui JKN," kata dia.
"Jika harus membayar sendiri, pasien tidak akan mampu. Oleh sebab itu, kami berharap penjaminan pengobatan termasuk kemoterapi dan terapi target untuk kanker kolorektal ini tetap
dipertahankan," lanjutNurlina.
Ia nenjelaskan, di Indonesia, jumlah kasus baru kanker kolorektal mencapai 30.017 (GLOBOCAN 2018), sementara menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kanker kolorektal merupakan penyebab kematian akibat kanker kedua terbesar untuk pria dan ketiga terbesar untuk
perempuan.
"Jika terdeteksi dini, 90 persen bisa disembuhkan, sayangnya, di Indonesia sebagian besar terlambat terdiagnosa. Sebanyak 25 persen pasien kanker kolorektal ditemukan pada stadium lanjut. Oleh sebab itu, sangat penting memastikan adanya akses terhadap
pengobatan yang sesuai dengan standar kedokteran agar pasien bisa hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik," jelasnya.
"Melalui forum edukasi media ini, MCCC berharap media dapat menyebarkan informasi tentang kanker kolorektal kepada masyarakat agar pemahamannya semakin baik," tutup Nurlina.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mccc-menyelenggarakan-edukasi-media-13122018.jpg)