Siap Bangun MNP Tahap II dan III, Pelindo IV Tunggu Perpres

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap melanjutkan pembangunan proyek strategis nasional Makassar New Port (MNP) tahap II dan III.

Siap Bangun MNP Tahap II dan III, Pelindo IV Tunggu Perpres
Humas Pelindo IV
Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang di sela rapat dengan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal dan tim dari Kementerian BUMN, di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar, Selasa (4/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap melanjutkan pembangunan proyek strategis nasional Makassar New Port (MNP) tahap II dan III.

Namun untuk melangkah jauh, Direksi Pelindo IV berharap pemerintah segera melakukan pengusulan penugasan pembangunan dan pengoperasian Makassar New Port tahap II dan tahap III melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang di sela rapat dengan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal dan tim dari Kementerian BUMN, di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar, Selasa (4/12/2018) menuturkan, latar belakang pengajuan penerbitan Perpres Makassar New Port (MNP), di antaranya karena pembangunan MNP Tahap II dan III merupakan satu rangkaian pembangunan yang tidak terpisahkan dengan pembangunan MNP Tahap I.

Alat berat mengangkut Kontainer yang berisi biji kopi, rumput laut, dan kayu olahan yang bakal di ekspor perdana melalui acara soft launching Makassar New Port (MNP) di Jl Sultan Abdullah Raya, Buloa Tallo, Makassar, Jumat (2/11). Makassar New Port tahap I yang menggunakan biaya sebesar Rp2,5 triliun tersebut resmi beroperasi dan melakukan ekspor 'direct call' perdana dengan rute Makassar ke Eropa dan Amerika.
Alat berat mengangkut Kontainer yang berisi biji kopi, rumput laut, dan kayu olahan yang bakal di ekspor perdana melalui acara soft launching Makassar New Port (MNP) di Jl Sultan Abdullah Raya, Buloa Tallo, Makassar, Jumat (2/11). Makassar New Port tahap I yang menggunakan biaya sebesar Rp2,5 triliun tersebut resmi beroperasi dan melakukan ekspor 'direct call' perdana dengan rute Makassar ke Eropa dan Amerika. (sanovra/tribuntimur.com)

“Saat ini, realisasi agregate pembangunan MNP Tahap I sudah mencapai 90,81 persen. Rinciannya, untuk Tahap I Paket A sudah rampung 100 persen. Sedangkan Tahap I Paket B, progresnya sudah 90,38 persen, Paket C 78,09 persen dan Paket D progresnya 9,90 persen,” ujar Farid.

Selain itu, kata dia karena kondisi pembangunan yang saat ini dilakukan, pendanaannya merupakan dana PT Pelindo IV tanpa ada dana APBN, sehingga kurang tepat apabila pengembangan melalui kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Dimana untuk pengajuan konsesi pengembangan Tahap IB hingga Tahap ID, telah terdapat dukungan surat Menteri BUMN kepada Menteri Perhubungan,” ujarnya.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (tengah) bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Farid Padang (kiri) saat acara soft launching Makassar New Port tahap I di Jl Sultan Abdullah Raya, Buloa Tallo, Makassar, Sulsel, Jumat (2/11). Makassar New Port tahap I yang menggunakan biaya sebesar Rp2,5 triliun tersebut resmi beroperasi dan melakukan ekspor 'direct call' perdana dengan rute Makassar ke Eropa dan Amerika.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (tengah) bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Farid Padang (kiri) saat acara soft launching Makassar New Port tahap I di Jl Sultan Abdullah Raya, Buloa Tallo, Makassar, Sulsel, Jumat (2/11). Makassar New Port tahap I yang menggunakan biaya sebesar Rp2,5 triliun tersebut resmi beroperasi dan melakukan ekspor 'direct call' perdana dengan rute Makassar ke Eropa dan Amerika. (sanovra/tribuntimur.com)

Farid menyampaikan, dengan adanya Perpres MNP, memberikan jaminan kepada investor atas keberlangsungan pengembangan Makassar New Port sampai tahap ultimate. Apalagi, di dalam Tahap III nanti, pihaknya menginginkan adanya industri di dalam MNP.

Sejauh ini lanjut Farid, belum ada industri atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia Timur yang berlokasi di dalam pelabuhan.

“Belum adanya lokasi perindustrian yang terintegrasi di Indonesia Timur, sehingga di Tahap III (ultimate) nanti akan diprioritaskan sebagai Integrated Economic Zone,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved