Kejari Makassar Limpahkan Tersangka Pembakar Rumah di Panampu ke Pengadilan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar akhirnya melimpahkan berkas dua tersangka pembakaran rumah di Jl Tinumbu

Kejari Makassar Limpahkan Tersangka Pembakar Rumah di Panampu ke Pengadilan
sanovra/tribuntimur.com
Pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu, Sulkifli Amir alias Rama dihadirkan dalam jumpa pers yang berlangsung di Mapolrestabes, Jl Ahmad yani, Makassar, Sabtu (18/8). Sulkifli Amir adalah satu dari tujuh pelaku pembakaran yang menewaskan enam anggota keluarga di Jalan Tinumbu. Sebelumnya petugas sudah menangkap enam orang, termasuk Akbar Ampuh, otak pembakaran tersebut. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN -TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar akhirnya melimpahkan berkas dua tersangka pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, ke Pengadilan.

Kedua tersangka diketahui bernama Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22). Mereka melakukan pembakaran rumah di Jl Tinumbu lorong 166 B, RT 3, RW 2, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, sejak Senin (6/8/2018) dini hari.

Baca: Pajak Kendaraan Mati Bakal Ditilang Polisi

Baca: Sejam, 73 Unit Rumah Cluster Sunderland Terjual Tipe Terkecil Sold Out

Akibat kejadian itu, enam orang warga dalam satu rumah meninggal yakni, Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Menurut Juru Bicara Pengadilan Negeri Makassar, Bambang Nurcahyono yang dikonfirmasi membenarkan telah menerima pelimpahan berkas kedua tersangka dari Kejaksaan.

"Untuk jadwal kapan sidangnya itu ditentukan majelis makim yang ditunjuk. Tapi biasanya satu minggu setelah berkas diterima majelis hakim," kata Bambang Nurcahyono kepada Tribun, Minggu (25/11/2018).

Bambang mengatakan belum mengetahui siapa saja hakim yang ditunjuk untuk menangani atau menyidangkan perkara ini selama proses persidangan. " Besok hari Senin saya cek," sebutnya.

Sekedar diketahui kedua tersangka merupakan eksekutor pembakaran rumah di Pannampu beberapa bulan lalu. Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal.

Korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri, saat kobaran api semakin membesar membakar rumah semi permanen itu. Apalagi kejadinya sekitar pukul 03.45 Wita disaat mereka sedang terlelap tidur.

Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran.

Pemkabaran itu bdiotaki langsung Akbar dg Ampu yang sebelumnya meninggal di Lembaga Pemasyaraktan karena bunuh diri tidak lama setelah diketahui perbuatannya.

Baca: PSM Tambah Keunggulan Menjadi 2-0

Baca: Rapat Komisi DPRD Sulsel Sepi, Ini Yang Buat Kepala OPD Enggan Hadiri

Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolian sebelumnya pembakaran ini terjadi karena Akbar jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang hasil transaksi narkoba terhadap Ampuh.

Akbar pun kala itu memerintahkan dua tersangka untuk mencari Fahri sehingga berujung pembakaran yang menewaskan satu keluarga di Pannampu. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved