BREAKING NEWS: Nelayan dan Pemuda Demo di DPRD Sulsel, Keluhkan Rumah Rusak Akibat Abrasi

“Tiga kuburan rusak dan terbongkar, beberapa kuburan lainnya sudah tidak diketahui keberadaanya,” lanjutnya.

BREAKING NEWS: Nelayan dan Pemuda Demo di DPRD Sulsel, Keluhkan Rumah Rusak Akibat Abrasi
tribun timur/muslimin emba
Ratusan nelayan dan pemuda berunjukrasa di halaman gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (21/11/2018). Mereka meminta penghentian tambang pasir laut di Galesong, Takalar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan warga nelayan dan pemuda berunjukrasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (21/11/2018).

Mereka gabungan dari nelayan Galesong Raya, Nelayan Pesisir Makassar, Formasi Negara dan Aliansi Selamatkan Pesisir menggelar orasi di depan gerban gedung perwakilan rakyat Sulsel itu.

Dalam orasinya, pengunjukrasa menolak reklamasi dan zona tambang pasir laut dalam draf Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K) dan pemulihan wikyah pesisir yang terdampak reklamasi dan tambang pasir.

Baca: Bupati Takalar Minta Pemprov Hentikan Aktivitas Tambang Pasir di Galesong

Baca: Tanggapi Keresahan Bupati dan Nelayan, Gubernur NA Larang Ada Aktivitas Tambang Galian di Galesong

"Dampak dari reklamasi sudah sangat meresahkan nelayan di pesisir Galesong raya, 20 rumah rusak karena hantaman ombak akibat abrasi yang sudah mencapai 25-35 meter," kata Koordinator Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP), Muhaimin Arsenia.

“Tiga kuburan rusak dan terbongkar, beberapa kuburan lainnya sudah tidak diketahui keberadaanya,” lanjutnya.

Sementara Muhammad Amir, warga Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, yang ikut dalam aksi itu mengungkapkan, selain merusak rumah warga, dampak reklamasi juga berakibat pada rusaknya biota laut.

"Sebelum reklamasi kami sudah susah dapat ikan kasihan, ditambah reklamasih kita semakin kesulitan dapat ikan, tambak juga rusak. Jadi kami harap agar ini semua dihentikan," ujarnya.

Babarapa saat berorasi pengunjukrasa ditemui wakil ketua pansus RZWP3K, dari fraksi PPP, Abdul Wahid Ismail.

"Saya akan menyampaikan aspirasi ini ke ketua Pansus dan anggota pansus untuk dibahas. Saya juga akan mengkominkasikan ini ke kementrian Kelautan perikanan terkait masalah ini," kata Abdul Wahid Ismail, di depan pengunjukrasa.

Namun, jawaban Abdul Wahid tidak membuat pengunjukrasa percaya. Pengunjkurasa menganggap jawaban Abdul Wahid tidak sesuai harapan nelayan pesisir Tallo Makassar dan Galesong Raya.

"Kami meminta segera dihadirkan Rangga (ketua Pansus), kami ingin perosalan ini segera ada solusi agar bagaimana reklamasi dan penambangan pasir segera dihentikan," teriak pengunjukrasa. (*)

Caption: Ratusan nelayan dan pemuda berunjukrasa dengan menggelar di halaman gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (21/11/2018). (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved