Bupati Takalar Minta Pemprov Hentikan Aktivitas Tambang Pasir di Galesong

Bupati Takalar Syamsari Kitta mendesak penghentian aktivitas penambangan pasir di Galesong dan Sanrobone

Bupati Takalar Minta Pemprov Hentikan Aktivitas Tambang Pasir di Galesong
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD IHSAN HARAHAP
Bupati Takalar Syamsari Kitta (tengah) 

TRIBUNTAKALAR.COM - Bupati Takalar Syamsari Kitta mendesak penghentian aktivitas penambangan pasir di Galesong dan Sanrobone.

Menurutnya, penggerukan pasir laut di pesisir Pantai Galesong menyebabkan area pemakaman umum di Dusun Sampulungan Caddi, Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, terbongkar dan membuat tulang manusia berserakan di pesisir pantai.

Baca: GoJek dan Grab Dapat Peringatan Keras dari Menteri Perhubungan RI Gara-gara Driver Ojol Demo

Baca: Klasemen Liga 1 Hari Ini Usai Persib Kalah, PSM & Persija Imbang: Ini Hitung-hitungan Peluang Juara

Baca: BKN Pakai Sistem Ranking Buat Pilih Peserta yang Tak Lolos SKD CPNS 2018, Cek Peluang Kamu Ikut SKB

"Kami sudah sampaikan ke Pak gubernur kiranya tambang pasir laut di Takalar dihentikan dan perairan Takalar dikeluarkan dari zona tambang pasir laut," kata Syamsari melalui rilisnya, Senin (19/11).

Dia menyebutkan, pemerintah akan berupaya mencegah kerusakan lingkungan, dampak dari penambangan pasir untuk menekan jumlah korban agar tidak lebih banyak lagi.

Baca: 2 Hari Didemo, Fraksi Gabungan DPRD Takalar Nyatakan Tolak Tambang Pasir di Galesong

Baca: Tolak Tambang Pasir, Warga Galesong Demo di Kantor Bupati Takalar

"Terkait abrasi, kami akan pikirkan rehabilitasi dan upaya pencegahan agar tidak memakan korban lebih besar, jadi kami akan koordinasikan mulai aparat desa sampai dengan OPD yang berwenang, seperti BNPBD, Dinas PUPR, Sosial serta berkoordinasi dengan instansi vertikal, sehingga banyak yang bisa memikirkan dan terlibat," tutut Syamsari.

Untuk penanganan abrasi di Desa Sampulungan, Syamsari telah meminta pemerintah setempat memindahkan kerangka tulang yang berserakan di bibir pantai, ke wilayah yang tidak terdampak abrasi.

Tercacat sebanyak delapan kerangka tulang telah dikumpulkan pemerintah desa untuk dipindahkan ke area yang aman.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved