LPCI Bantu Visi Misi Bupati Luwu Timur Bidang Pemerataan Penerangan
Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) melaksanakan sosialisasi Indonesia Terang, Selasa (6/11/2018).
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) melaksanakan sosialisasi Indonesia Terang, Selasa (6/11/2018).
Kegiatan bekerjasama Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur.
Staf Perencanaan Beperlitbangda Luwu Timur, Mujahid Saleh mengatakan program diharapkan ada pemerataan penerangan semakin cepat terwujud di Kabupaten Luwu Timur.
"Sesuai dengan program prioritas yang tertuang dalam visi misi bupati dan wakil bupati Luwu Timur," kata Mujahid kepada TribunLutim.com, Rabu (7/11/2018).
Pemkab kata Mujahid tentu memberikan apresiasi dan penghargaan atas program ini.
LPCI adalah lembaga pengembangan CSR Indonesia juga membantu dan memudahkan tugas pemerintah guna memberikan fasilitas penerangan kepada masyarakat.
Koordinator Tim LPCI Sulawesi, Nurdin mengatakan program yang ditawarkan LPCI diharapkan mendukung program pemerintah Luwu Timur.
"Kami datang menghadirkan program Indonesia terang, yakni terdiri dari elektrikfikasi mandiri dan infrastruktur sipil," kata Nurdin.
Sasaran program LPCI adalah Desa tertinggal di Luwu Timur. Pada tahap pertama sebanyak 20 desa di setiap kabupaten/kota.
Saat ini, LPCI berkonsentrasi pada Corporate Social Responsibility (CSR) yang bersumber dari swasta multi nasional. Seperti dari negara Korea dimana sedang menjajaki dengan Tiongkok dan Jepang.
LPCI ingin memberikan edukasi kepada pengusaha swasta nasional agar selanjutnya dapat mencontoh swasta multi nasional.
Menurutnya di negara lain, dana CSR menjadi salah satu pendukung pembangunan serta penanganan masyarakat miskin.
"LPCI akan menawarkan kerjasama pengelolaan dana CSR swasta nasional yang akan beroperasi di Kabupaten Luwu Timur," harapnya.
Sebagai informasi, program sudah berjalan di 13 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk Sulsel.
"Target tahap pertama untuk tahun 2018 akan dilaksanakan pada 15 sampai 20 provinsi. Sulsel adalah salah satu provinsi yang sedang kita sosialisasi," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/baperlitbangda-melaksanakan_20181107_145223.jpg)