Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berdakwah dengan Cara Unik, Pemuda Pabbentengan Maros Juara I Pelopor Kemenpora

Pria kelahiran Maros, 26 tahun silam tersebut menerima penghargaan dari Kemenpora di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu.

Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Pemuda Pabbentengan, Kecamatan Marusu, Maros, Khaerul Awal. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pemuda Pabbentengan, Kecamatan Marusu, Maros, Khaerul Awal berhasil menyambet juara satu Pelopor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2018, tingkat nasional.

Pria kelahiran Maros, 26 tahun silam tersebut menerima penghargaan dari Kemenpora di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu.

Khaerul menjadi salah satu pemuda yang menjadi perwakilan Sulsel setelah lolos seleksi ditingkat kecamatan, kabupaten dan Provinsi, beberapa waktu lalu.

Dia menjuarai Bidang Kepeloporan Agama, Sosial dan Budaya, setelah menumbangkan puluhan peserta yang menjadi perwakilan dari 26 Provinsi di Indonesia.

Baca: Pengendara Motor di Telluwanua Palopo Tewas Dilintas Truk, Begini Kronologinya

Baca: Hadiri Pembagian Mesin Perahu Nelayan di Jeneponto, Mukhtar Tompo: Ini Hasil Perjuangan Kami

Baca: Bawaslu Torut Tegur Caleg Pasang APK Daerah Terlarang Dan Memfasilitasi Warga

Khaerul mengatakan, Jumat (26/10/2018) pada event tersebut, ia memaparkan makalah yang berjudul Dari rumput Hijau Peradaban Kita Dimulai.

"Saya dinilai berhasil menanamkan nilai spiritual kepada pemuda binaan melalui pertandingan sepak bola di Desa Pabbentengan," katanya.

Selain itu, Khaeul juga aktif mengarahkan warga untuk aktif terlibat kegiatan sosial, diantaranya menyantuni kaum dhuafa atau pihak yang membutuhkan bantuan lainnya.

Dari segi, budaya pria berusia 26 tahun tesebut menggiatkan pelestarian Paraga. Dia juga aktif membina dan melatih warga untuk kegiatan kepemudaan.

Untuk lebih mengaktifkan olahraga di Pabbentengan, Khaerul telah merancang pembuatan sport center. Tempat tersebut dirancang untuk lebih memaksimalkan dakwahnya.

Sport Centre akan dijadikan sebagai lokasi untuk gencarkan pembinaan pemuda, supaya terus berprestasi.

"Melalui sepakbola, kita bisa melakukan pendekatan ke pemuda. Kita harus menghidupkan kegiatan positif, koperasi pemuda, kelompok tani pemuda, klub olahraga berprestasi," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Warga Tewas Dalam Satu Sumur di Pattallassang Bantaeng

Baca: Jadwal Tes SKD CPNS 2018 Kemenkumham Lulusan SMA/SMK Telah Diumumkan, Cek Disini!

Sebelum menjadi Pelopor Kemenpora, Khaerul menciptakan cara dakwah dan mendidik anak muda, yang unik. Dakwah dilakukan di lapangan sepakbola.

Untuk menghindari perilaku negatif, Khaerul membina remaja dan pemuda dengan cara gencarkan turnamen sepak bola.

Dengan kesibukan olahraga, pemuda akan terhindar dari perilaku yang merugikan orang lain. Pemuda juga akan menjadi bermanfaat bagi warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved