Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MTQ Sulsel 2026

Pertama Kali di MTQ Sulsel, Lomba Kaligrafi Digital Diserbu Peserta, 22 Orang Ikut Bertanding

Ketua tim lomba MTQ Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, mengatakan Sulsel menjadi daerah pertama yang menggelar lomba

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
MTQ SULSEL - Lomba kaligrafi digital di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Bupati Maros menjadi salah satu cabang yang mencuri perhatian. Pasalnya, cabang ini baru pertama kali dipertandingkan di tingkat provinsi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Lomba kaligrafi digital di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Bupati Maros menjadi salah satu cabang yang mencuri perhatian.

Pasalnya, cabang ini baru pertama kali dipertandingkan di tingkat provinsi.

Sebelumnya, kaligrafi digital hanya tampil sebagai eksebisi pada MTQ tingkat nasional di Kalimantan Timur tahun 2024.

Ketua tim lomba MTQ Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, mengatakan Sulsel menjadi daerah pertama yang menggelar lomba ini secara resmi di level provinsi.

“Untuk MTQ provinsi, ini yang pertama kita adakan. Karena memang masih sangat baru. Di tingkat nasional saja masih eksebisi,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Meski tergolong baru, antusias peserta cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 22 peserta putra dan putri ambil bagian dalam lomba kaligrafi digital tersebut.

Jumlah itu bahkan meningkat dibanding saat eksebisi di MTQ nasional yang hanya diikuti sekitar 10 peserta.

“Alhamdulillah antusias peserta sangat tinggi. Nanti tetap ada juara putra dan putri,” jelasnya.

Pelaksanaan lomba kaligrafi digital tidak digelar di aula utama seperti cabang lainnya.

Panitia memilih ruang pola Kantor Bupati Maros sebagai lokasi lomba, bersamaan dengan cabang karya tulis ilmiah Alquran.

Menurut Wahyadi, hal itu dilakukan karena kebutuhan fasilitas digital yang memadai.

Setiap perangkat peserta dikoneksikan dengan layar yang dapat dipantau langsung oleh dewan hakim.

“Jadi tidak ada istilah kecurangan. Semua karya dibuat langsung tanpa template,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh cabang lomba kaligrafi, termasuk digital, telah menyelesaikan babak penyisihan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved