Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

12 Kecamatan di Makassar Terindikasi Likuifaksi, Lihat Petanya

Kecamatan Ujung Tanah paling berpotensial dengan ketebalan pencairan tanah 13-16 meter.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Nurul Adha Islamiah
HANDOVER
 Peta wilayah berpotensi Likuifaksi di Kota Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (ZWP3K) Pemerintah Provinsi Sulsel, Dr Setia Budi mengungkapkan wilayah di Kota Makassar yang terancam pencairan tanah atau likuifaksi.

Penelitian berdasarkan tugas akhir dari Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Hasanuddin Makassar, Haady Muqtadir, 2014, dengan judul penelitian," Zonasi Potensi Likuifaksi Kota Makassar Menggunakan Metode National Center For Earthquake Engineering Research (NCEER).

Beberapa wilayah kota Makassar berpotensi likuifaksi berada di Kecamatan Rappocini, Mamajang, Tamalate, Mariso, Makassar, Ujung Pandang, Manggala, Pannakukang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah.

Baca: Calon Suami Evi Masamba Aryef Wahid Pilih Curhat Jelang Nikah, Coba Baca Kata-katanya

Baca: Minat Mobil Hyundai Santro, Harga Barunya Hanya Rp 75 Jutaan

Baca: Calon Suami Evi Masamba Punya Hubungan dengan Ayu Ting Ting, Foto di IG Ini Jadi Bukti

Daerah tak terindikasi likuifaksi hanya di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya.

Kecamatan Ujung Tanah paling berpotensial dengan ketebalan pencairan tanah 13-16 meter.

"Kebanyakan memang potensi pencairan (likuifaksi) itu paling banyak berada di dekat pesisir Kota Makassar dan dekat sungai," kata Dr Budi, Sabtu (13/10/2018).

Ia mengatakan memang struktur tanah Kota Makassar kuat tapi harus dilhiat dulu hasil penelitian ini.

Sehingga, dia mengajak kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Kota Makassar untuk menerapkan sistem mitigasi bencana.

"Memang tak ada patahan dan potensi gempa yang melewati kita, tapi efek gempa bisa sampai ke Makassar, karena ada cecar di Teluk Bone, gempa Lombok kemarin itu sampai ke Kota Makassar efeknya. Memang Makassar relatif aman tapi kita perlu hati-hati dengan gempa di daerah-daerah lain yang berefek ke Makassar," katanya.

Ia menjelaskan, langkah paling awal adalah memperkuat struktur bangunan dan sesuai dengan mitigasi bencana di daerah terindikasi likuifaksi.

Baca: Gempa Bumi Hari Ini - Inilah Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia, Daerah Anda Masuk? Cek

Baca: Najwa Shihab Pilih Perlihatkan Rumahnya, Siapa Sangka Beginilah Dalam dan Luarnya

Baca: Gempa Bumi Hari Ini - 7 Sebab Indonesia Rawan Diguncang, Nomor 1 Ada di Kawasan Cincin Api

Baca: Gempa Bumi Palu - Dikira Meninggal, Bayi Putra Mandala Sakti Tersangkut di Pohon Usai Tsunami

"Harus kita sadar betul mitigasi bencana saat ini. Harus dicanangkan tata kota berbasis bencana. Jangan ada tanah kosong, tiba-tiba membangun kawasan publik atau perumahan," katanya.

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Sementara itu, Anggota Pansus ZWP3K) Pemerintah Provinsi Sulsel, Arum Spink meminta pemerintah provinsi Sulawesi Selatan untuk segera melakukan mitigasi bencana.

"Kalau Kota Palu demikian maka kita juga harus waspada. Jangan sampai sudah terjadi baru kita menyesal," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved