Gempa Palu Donggala

Kepala Basarnas Turun Evakuasi Korban Gempa di Hotel Roa-roa Palu

Olehnya ia bergarap, pemerintah setempat bisa memaksimalkan segala kekuatan yang ada dengan menyediakan alat berat.

Kepala Basarnas Turun Evakuasi Korban Gempa di Hotel Roa-roa Palu
NURHADI
Kepala Badan Sar Nasional (Basarnas) M. Syaugi meninjau langsung kondisi Hotel Roa-roa di Jl. Patimura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang ambruk total akibat di guncang gempa 7,7 SR, Minggu (30/9/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Kepala Badan Sar Nasional (Basarnas) M. Syaugi meninjau langsung kondisi Hotel Roa-roa di Jl. Patimura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang ambruk total akibat di guncang gempa 7,7 SR, Minggu (30/9/2018).

Gempa yang disertai dengan gelombang tsunami berpusat di Kabupaten Donggala, dengan kedalaman sekitar 10 km dan 27 kilometer timur laut.

Pantau Tribun Timur.com M. Syaugi meninjau sejumlah sudut Hotel yang diperkirakan masih terdapat korban yang tertimbuh runtuhan bangunan beton.

"Kita sudah dari kemarin sampai hari ini melakukan progres evakuasi dengan peralatan yang ada. Namun belum terlalu maksimal karena belum ada alat berat,"kata M. Syaugi.

"Kita butuh alat berat eskapator karena kita tidak bisa maksimal kalau bukan alat berat. Kemudian kalau personel masuk resiko karena getaran masih selalu terasa,"tambahnya.

Olehnya ia bergarap, pemerintah setempat bisa memaksimalkan segala kekuatan yang ada dengan menyediakan alat berat.

"Pemerintah harus sedikan alat berat. Yah kalau bisa dipinjamkanlah karena  kasian kalau masih ada yang hidup. Ini persoalan waktu jangan sampai meninggal karena lemas,"ujarnya.

Dikatanan, sejauh ini Basarnas sudah mengerahkan 260 orang personel yang disebar di lima titik dalam Kota Palu. Termasuk di daerah Sigi dan Donggala yang juga terkena dampak besar gempa dan tsunami.

"Bangunan ini ambruknya betul-betul kolaps. Bisa saja ada yang masih hidup, tapi belum bisa selamat karena belum ada alat berat,"kata dia.

Dijelaskan, berdasarkan SOP Basarnas akan melakuan evakuasi korban selama tujuh hari. Namun jika masih memungkinkan akan ditambah tiga hari.

"Ini sesuai dengan undang-undang. Ini tugas kemanusiaan sehingga pemerintah harus hadir dan all out. Tentu bekerja pake hati karena ini dalam keadaan berduka,"ucapnya.

"Informasi dari manager hotel. Kurang lebih 50-60 orang belum dievakuasi dalam reruntuhan bangunan ini. Namun beberapa sudah kita evaluasi ada yang selamat dan meninggal dunia,"tambahnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved