Jadi Pembawa Baki Tim Paskibra 2018 Sulsel, Anak Berusia 16 Tahun Ini Justru Sedih Teringat Ayahnya
Tim Paskibra akhirnya dipertemukan dengan orangtuanya, detik-detik pengibaran bendera merah putih dalam rangka Dirgahayu ke-73 RI
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Arif Fuddin Usman
Momen bahagia ini, sedikit membuat Muthmainna sedih. Ia mengakui momentum berharga ini tidak disaksikan langsung oleh ayahnya, Andi Arianto Paramajeng yang telah berpulang kerahmatullah.
Muthmainnah mengaku hanya bisa mengirimkan doa untuk ayahnya atas rasa bahagia ini. “Doa terbaik selalu untuk ayah,” ujarnya.
Muthmainna berharap ke depan bisa mengabdi kepada bangsa dan negara, agar jiwa nasionalisme yang ditanamkan saat karantina bersama pasukan pengibar bendera merah putih selalu dijunung tinggi setiap langkahnya.
Menjadi bagian dari Paskibraka, kata Muthmainna, membuat dia banyak mengetahui hal-hal kebangsaan, kebersamaan, dan persatuan.
Baca: Pindah-pindah Lapas, Otak Pembakar 6 Orang di Jl Tinumbu Diusul Pindah ke Penjara Nusakambangan
Baca: Perhatian! Mulai 18 Agustus 2018, Dua Lajur Jl AP Pettarani Ditutup 22 Bulan. Cari Jalan Alternatif
Baca: Malam 17 Agustusan Lagi Kosong, Yuk Nonton Balapan Motor di YCR 2018 Seri Pangkep
Selama di karantina, Muthmainna juga mengaku dapat bimbingan dari para senior, dan pelatihnya.
"Kami seperti keluarga besar. Semoga momentum ini selalu terjaga. Amin," kata Muthmainna. (saldi irawan)