Tak Punya Bangunan Sekolah, Murid Bonto Manurung Maros Belajar di Kolong Rumah
Beberapa bulan terakhir, tidak ada guru yang mau ke Dusun Baru, karena medannya lebih ekstrim dan lebih jauh.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Legislator Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra menyebut, desa paling tertinggal di Tompobulu yakni Bontomanurung. Desa tersebut sangat jauh tertinggal dibanding pemukiman lainnya, Rabu (30/5/2018).
Desa tersebut berada di dataran tinggi dan bersebelahan dengan Malino.
Di Bontomanurung, terdapat dua Dusun yang lebih memprihatinkan yakni, Baru dan Cindakko.
"Di Dusun itu, ada sekitar 100 anak terpaksa tidak bisa belajar ke sekolah di SD Inpres. Sekolahnya jauh. Jika kita jalan kaki, membutuhkan waktu berjam-jam," katanya.
Selain sarana pendidikan, akses jalan juga tidak memadai bahkan jauh dari layak.
Ruas jalan tersebut, hanya bisa dilintasi pejalan kaki. Jika kendaraan, maka akan sulit menanjak dan turunan.
"Makanya ada sekolah kolong rumah di Dusun tersebut. Murid belajar di bawah kolong rumah warga. Jadi guru yang ke sana mengajar," katanyan
Ironisnya, beberapa bulan terakhir, tidak ada guru yang mau ke Dusun Baru, karena medannya lebih ekstrim dan lebih jauh.
"Jadi dewan sudah merekomendasikan, supaya Bupati membangun gedung belajar di Desa Bontomanurung dan segera menyelesaikan infrasteuktur jalan dan jembatan," kata Akbar.
Jika jembatan, sekolah dan jalan tidak segera dibangun, maka warga akan terus menderita.
Pendidikan anak-anak akan jauh lebih tertinggal dibanding di kota Kecamatan. (*)