Breaking News:

Cabuli Dua Muridnya, Oknum Kepsek Dituntut 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta

Ancaman hukumnya itu dibacakan JPU yang dipimpin langsung oleh Muhit dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar

Penulis: Hasan Basri | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Terdakwa kasus pencabulan dua murid SD (Pakai Rompi) dikawal petugas usai menjalani sidang 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial SS dituntut 10 tahun pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Cabang Negeri Pelabuhan Makassar.

Ancaman hukumnya itu dibacakan JPU yang dipimpin langsung oleh Muhit dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (17/05/2018).

"Tuntutan hukumnya yakni 10 tahun penjara. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 800 juta dengan subsider 4 bulan kurungan," kata Muhit kepada Tribun.

JPU menilai perbuatan SS terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua murid salah satu Sekolah Dasar (SD) di Makassar yang tak lain anak didiknya sendiri.

Sebagai mana dalam pasal 76 E tentang undang undang perlindungan anak. Barang siapa setiap orang dilarang  melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, atau membujuk Anak untuk melakukan perbuatan cabul.

Cabuli di Ruangan Kepsek

Terdakwa SS menyetubuhi dan melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara mincium dan meraba kemaluan dua murid Sekolah Dasar (SD) di Makassar berinisial SD dan IL.

Korban pertama yang dicabuli berinisial IL. Ia dicabuli sebanyak empat kali di ruangan Kepala Sekolah atau ruanga pelaku. Sementara korban kedua berinisial SD hanya sekali.

Modus pelaku, yakni berpura-pura menyuruh korbannya membersihkan ruangan kepala sekolah dan piala piala yang terpajang di ruangan.

Pelaku melampiaskan nafsunya disaat kondisi ruangan sedang sepi dengan cara mencium kening dan meraba-raba kemaluan korbannya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved