Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

opini

OPINI: Kebaya Heroisme Opu Daeng Risaju

Perempuan pejuang ini memilih dicopot dari keluarga bangsawan Luwu daripada harus meninggalkan partai dan mengikuti kemauan Belanda.

Editor: Jumadi Mappanganro
Andi Nur Fitri Balasong 

Ludo Kalapita meletakkan laras senjata di pundaknya dan meletuskan senjata tersebut. Ledakan senjata dekat telinga Risaju itulah yang membuatnya pingsan. Tubuh rentanya jatuh tersungkur mencium tanah di antara kedua kaki Ludo Kalapita.

Masih dengan angkuh, Ludo Kalapita sempat menendang tubuh Risaju dengan sepatu besarnya. Perempuan baja itu tak sadarkan diri. Risaju akhirnya tuli seumur hidup.

Ia pun dimasukkan ke dalam penjara darurat di bawah kolong rumah. Ia kembali ke Bua dan akhirnya menetap di Belopa kemudian dirawat oleh anaknya hingga tutup usia di Kota Parepare pada 10 Februari 1964.

Kisah tentang Kartini dan Risaju adalah memori perjuangan dengan karakter masing-masing. Semoga nama mereka tetap abadi di hati rakyat Indonesia. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved