opini

OPINI Pengurus MUI Enrekang: Memburu Jabatan, Bolehkah?

Bagaimana tipologi pemimpin ideal? Adakah contoh pemimpin yang Allah utus kepada manusia agar jadi panutan?

OPINI Pengurus MUI Enrekang: Memburu Jabatan, Bolehkah?
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Dr Ilham Kadir MA 

BACA JUGA: OPINI Haris Amrin: Reaksi Umat di Balik Puisi Cadar-Azan

Salah satu yang sangat menonjol dan mendapat porsi khusus dalam Alquran adalah Nabi Yusuf dalam Surah Yusuf.

Ternyata Yusuf adalah Nabi yang terang-terangan meminta jabatan kepada Perdana Menteri Mesir saat itu yang disebut Al-Aziz.

Begini perkataan Yusuf yang diabadikan Alquran. “Berkata Yusuf kepada Al-Aziz, jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir, sesungguhnya aku adalah orang dapat dipercaya dan berilmu,” (QS. Yusuf: 55).

Berdasarkan ayat di atas maka jabatan boleh dikejar dengan syarat-syarat tertentu.

Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam “100 Faidah min Surah Yusuf” menekankan bahwa seseorang boleh meminta jabatan sekiranya dia merasa paling mampu untuk melaksanakan tugas jabatan tersebut, tanpa harus membahayakan dirinya sendiri.

Al-Munajjid melanjutkan, bahkan seorang calon pemimpin boleh menyebutkan kemampuan dirinya untuk tujuan mendapatkan jabatan dengan pertimbangan demi kemaslahatan rakyat bukan demi kepentingan pribadi.

Sebagaimana Yusuf meminta jabatan sebagai sarana berdakwah kepada Allah.

Yusuf meminta jabatan bukan demi kepentingan pribadi tapi karena agama dan kemaslahatan umum, dan pada masa itu tidak seorang yang memiliki kapasitas dan integritas melebihi kemampuan Yusuf dalam memegang jabatan.

Intinya, jika merasa paling mampu untuk memegang jabatan maka dia boleh mencalonkan diri sebagai pemimpin selama itu untuk kemaslahatan umat bukan ambisi dan nafsu kekuasaan pribadi.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved