Aliyah Mustika Ilham Sosialisasi Perlindungan Tenaga Kerja di Jalan Cendrawasih

Jika calon TKI hendak bekerja keluar negeri, wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Aliyah Mustika Ilham Sosialisasi Perlindungan Tenaga Kerja di Jalan Cendrawasih
saldy/tribun-timur.com
Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham mengimbau kepada setiap calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak berangkat ke luar negeri untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya dengan janji pihak yang menawarkan jasa tenaga kerja Indonesia. 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham mengimbau kepada setiap calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak berangkat ke luar negeri untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya dengan janji pihak yang menawarkan jasa tenaga kerja Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Aliyah dalam paparannya pada sosialisasi penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia yang dilaksankan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) di Hotel Grand Cendrawasih, Jl Cendrawasih Makassar, Jumat (23/3) 2018.

Jika calon TKI hendak bekerja keluar negeri, wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Caranya dengan berkonsultasi ke BP3TKI setempat dan Dinas Tenaga Kerja.

"Jangan sampai perusahaan yang menawarkan anda kerja di luar negeri itu adalah ilegal, itu bisa jadi penipuan, makanya jika ada niat berangkat perlu berkoordinasi ke Dinas Tenaga kerja," ujarnya dihadapan ratusan peserta via rilis ke tribun-timur.com.

Menurutnya banyak TKI melalui jalur ilegal menjadi korban penipuan. Sesampainya di negara tempat bekerja kemudian ditelantarkan dan tidak mendapat haknya. Jika legal, maka ada jaminan perlindungan dari Pemerintah Republik Indonesia atas hak para TKI yang bekerja.

Ia pun meminta agar sejumlah pihak seperti Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Migrant Care Indonesia serta Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) harus bekerjasama untuk meningkatkan pengawasan terkait prosedur keberangkatan TKI.

Kepala bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Andi Rahmat, mengatakan pihaknya membuka kesempatan luas bagi warga Makassar yang ingin menjadi TKI ke luar negeri. Dengan syarat utama yakni sehat, pendidikan minimal SMA dan usia antara 20 sampai 26 tahun.

"Kalau tertarik silahkan komunikasikan ke kami (Dinas Tenaga Kerja), nanti kami berikan persyaratannya dan apa langkah yang harus dilakukan selanjutnya," ujarnya .

Sementara itu Deputi bidang penempatan BNP2TKI, Teguh Hendri Cahyono, berharap warga untuk ikut melakukan pengawasan terhadap oknum-oknum tertentu yang menjanjikan jasa pengiriman TKI. Jika curiga dapat menghubungi layanan pengaduan BNP2TKI pada nomor 08001000.

"Jika terbukti penipuan maka akan dijerat hukuman minimal 2 tahun penjara dan denda 2 milyar," ungkapnya.

Hadir pula sebagai pemateri dalam sosialisasi kepala BP3TKI Makassar, Muh. Agus Bustami. "Dari Makassar yang paling banyak diterima diluar negeri adalah dari sektor pariwisata dan perhotelan," ujar Agus.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved