Jabat Plt Wali Kota, Tantangan Berat Menanti Deng Ical
Termasuk ini, bagaimana memastikan ASN ini bisa betul-betul bekerja secara profesional dan menjaga netralitas, itu yang paling berat
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ardy Muchlis
Terkait kondisi itu, Deng Ical tetap menghimbau dan mengingatkan semua masyarakat Kota Makassar untuk selalu menjaga peran dan fungsi sosialnya dalam konteks menyeimbangkan dengan harapan politiknya.
"Yang PNS ini terutama jaga netralitas, sekaligus mengingat bahwa PNS itu adalah panutan dari masyarakat lain, sehingga tanggung jawabnya juga lebih besar. Demikian juga dengan profesi-profesi lain, yang pengusaha harus mengambil peran dalam politik, tetapi mereka juga harus ingat bahwa ada prinsip dalam berusaha yang tak boleh kita abaikan," ucapnya.
"Demikian juga dengan profesi lain, mau dokter, petani, nelayan, ada batas-batas mana wajar dan tidak. Apalagi kalau kita mengingat dasar budaya kita sipakatau sipakinga, sipakalebbi. Ini menjadi dasar bagi kita semua untuk kembali bahwa momen pilkada ini berlalu, kata Tumming dan Abu "dunia ji ini"," sambung Deng Ical dengan nada bercanda.
Ayah tiga anak ini menuturkan, momen pilkada walaupun menguras banyak energi terutama psikologi karena berlangsung lima tahun sekali, diharapakan dapat berjalan dengan damai, hingga akhirnya nanti ia kembali ke jabatan aslinya sebagai Wakil Wali Kota Makassar.
"Kita harapkan pilihan itu memang didasari bukan hanya kepentingan emosional tapi juga rasional, dan kita berharap mereka benar-benar memilih sesuai apa yang dianggap benar, dan kewajiban tim kampanye itu bagaimana memastikan calonnya lebih baik dibanding calon lain," tutup Deng Ical. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/deng-ical_20171222_214744.jpg)