Musim Hujan, Nelayan Desa Aeng Batu-Batu Takalar Terpaksa 'Parkir' Jolloro
Nelayan memilih mengistirahatkan mesin perahu karena ombak yang tinggi pada musim hujan.
Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Reni Kamaruddin
TRIBUNTAKALAR.COM, GALESONG UTARA - Memasuki musim penghujan, sejumlah nelayan disekitar perairan Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) memilih memarkir jolloro (perahu) di pinggir pantai.
Nelayan memilih mengistirahatkan mesin perahu karena ombak yang tinggi pada musim hujan. "Kalau musim begini, kita istirahat di rumah karena kalau kencang begini ombak biasa susah ikan," ujar warga Dg Rate, Minggu (26/11/2017).
Baca: Andi Ichi Bagi-bagi Alat Keselamatan Nelayan di Balantang Luwu Timur, Ini Pesannya
Baca: Pemkab Luwu Janji Asuransi Untuk Nelayan Hilang di Teluk Bone, Segini Nilainya
Untuk menangkap ikan, warga harus menunggu malam tiba ketika ombak agak tenang. Meski begitu sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka tidak banyak.
"Begini-begini yang dikerja setiap hari, duduk-duduk karena tidak bisa keluar melaut," ujarnya. Terlebih, sejak kapal penambang pasir laut aktif menambang semakin membuat nelayan kesulitan mencari ikan.
"Itu ikan lari ke tempat lain, apalagi kalau di bor kebawah itu pasir laut. Jadi kita susah dapat ikan," timpal istri nelayan, Daeng Caya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nelayan-desa-aeng-batu-batu_20171126_185928.jpg)