Kerap Jadi Pintu Masuk Narkoba, DPR RI Pantau Pelabuhan Nusantara Parepare
Satu per satu penumpang dan barang yang turun diperksa menggunakan anjing pelacak, namun dalam pemeriksaan itu tak ditemukan narkoba.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Anggota Komisi III DPR-RI, Akbar Faizal meninjau aktifitas di Pelabuhan Nusantara, Parepare, Sulsel.
Hal itu dilakukannya untuk menyikapi maraknya Narkoba masuk melalui pelabuhan tersebut.
Rilis diterima TribunTimur.com, Minggu (5/11/2017), Kapal KM Queen Soya dari Nunukan, Kalimantan, yang bersandar di pelabuhan Parepare tak lepas dari periksaan polisi.
Satu per satu penumpang dan barang yang turun diperksa menggunakan anjing pelacak, namun dalam pemeriksaan itu tak ditemukan narkoba.
Baca: VIDEO: Begini Penjelasan Akbar Faisal Terkait SK Bupati Barru Definitif
"Saya memantau memantau langsung pelabuhan ini, untuk melihat suasana dan aktifitas bongkar muat disini. Karena sesuai dengan laporan pak Kapolres, rata-rata narkoba masuk melalui jalur laut. Nah itu yang saya identifikasi," kata Akbar Faizal.
Dalam kunjungannya, Akbar Faizal mengidentifikasi pelabuhan sekaligus menyempatkan berdialog dengan buruh pelabuhan dan mengajak bertindak bersama memerangi narkoba.
"Narkoba itu sangat berbahaya dan merusak. Jadi saya harap buruh di pelabuhan ini untuk bertindak bersama membantu petugas perangi narkoba," ucap Akbar Faizal kepada buruh pelabuhan.
Akbar Faizal menyebut Parepare sudah layak masuk dalam status darurat Narkoba.
Baca: Kejari Parepare Terima SPDP Oknum Polisi yang Terlibat Kasus Narkoba
"Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Saya nyatakan Parepare darurat narkoba. Harus ada langkah ekstrim untuk menghentikan ini semua agar generasi muda Sulsel selamat dari sergapan narkoba," tutur Akbar.
Kota Parepare merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung suara Akbar Faisal saat terpilih 2014 lalu sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem.(*)