Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Usai Dikecam Danny Pomanto Gegara Kebakaran di BTP, Ini Penjelasan PLN Sulselbartra

Apalagi kebakaran tersebut terjadi karena korban menyalakan lilin ketika PLN memadamkan listrik

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Anita Kusuma Wardana
Foto pasca kebakaran satu unit rumah warga di Kelurahan Buntusu, Kecamatam Tamalanrea, Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kebakaran di kawasan Bumi Tamalanrea Permai BTP Keluruhan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menewaskan tiga orang tewas Nursiah (70), Fitri (35), dan balita Rafada (2) membuat Wali Kota Makassar, Danny Pomanto naik pitam.

Apalagi kebakaran tersebut terjadi karena korban menyalakan lilin ketika PLN memadamkan listrik di Wilayah Tamalanrea, Rabu Malam 25 Oktober 2017.

Olehnya itu, Danny mengecam dan memberi peringatan keras akan tindakan PLN yang semena-mena memadamkan listrik tanpa memberitahukan kepada masyarakat.

"Saya mengimbau kepada PLN jangan seenaknya saja mematikan lampu tanpa ada pemberitahuan kepada warga. Kalau begini kejadianya? Sebenarnya memang ini musibah tapi PLN tidak boleh semena-mena seperti itu," katanya

Danny juga mencontohkan kesemena-menaan dari PLN yang memadamkan listrik di RS Daya. Instalasi penting sebenarnya tidak boleh dimatikan.

"Rumah sakit itu harus 24 jam nyala terus. Kalaupun ada pemadaman PLN harus jauh sebelumnya memberitahu ke pihak terkait. Jangan sudah kejadian baru kelabakan," ujar Danny.

Menanggapi hal tersebut, Humas PLN Wilayah Sulselrabar, Rosita zulkarnaen via pesan WhatsApp, Jumat (27/10/2017) pertama-tama menuturkan turut berduka cita atas musibah kebakaran yang terjadi.

"Kami informasikan bahwa kondisi pasokan kelistrikan PLN, surplus sehingga tidak ada pemadaman yang terjadi di sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan," kata Rosita.

Kejadian yang terjadi adalah adanya Kabel Jaringan Tengangan Rendah (JTR) yang putus.

"Menurut laporan warga ada mobil truk yang menabrak kabel dan setelah itu lari meninggalkan lokasi. Upaya perbaikan atau penggantian kabel putus tersebut segera dilakukan. Namun petugas sempat terkendala karena macet di jalan," katanya.

Pada pukul 20.16 Wita, mala petugas sedang melakukan penggantian kabel tiba-tiba masuk laporan dari warga sekitar bahwa disekitar lokasi terjadi kebakaran.

"Saat itu kondisi aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran masih dalam keadaan padam karena pekerjaan penggantian kabel yg sedang di kerjakan," katanya.

Nah pukul 20.35 Wita, pekerjaan penggantian kabel sudah selesai. Namun aliran listrik belum dinyalakan karena adanya kebakaran.

"Sekitar pukul 22.15 Wita setelah mengecek kondisi jaringan aman di lokasi kebakaran baru lah aliran listrik di sekitar lokasi tersebut di normalkan. Adapun terkait RS Daya kemungkinan instalasi rumah sakit yang bermasalah," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved