Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pria Berseragam Serba Hitam Sisir Sekolah di Malili Luwu Timur, Mengancam, Minta Uang Lalu Pergi

Kelima pria itu memgambil foto-foto di lingkungan sekolah dan menanyakan penggunaan keuangan sekolah.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) diresahkan lima pria mengaku dari Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara (Komnas Waspan) Sulsel. 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) diresahkan lima pria mengaku dari Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara (Komnas Waspan) Sulsel.

Kepala SDN Balantang Batman mengatakan, kepala sekolah dimintai uang hingga jutaan rupiah oleh oknum tersebut.

"Kalau tidak dikasih, mereka mengancam kepala sekolah dilaporkan ke kejaksaaan," kata Batman dihubungi TribunLutim.com, Sabtu (30/9/2017).

Oknum berjumlah lima orang berseragam hitam membawa surat tugas dari Komnas Waspan Sulsel.

Baca: Penempatan Guru Tak Merata di Luwu Timur, Kepala BKPSDM Bakal Lakukan Ini

Mereka menggunakan mobil Honda Mobilio warna abu-abu bernomor polisi DD 1605 RC, mendatangi sekolah-sekolah di Malili.

Saat tiba di sekolah yang ditargetnya, kelima pria itu memgambil foto-foto di lingkungan sekolah dan menanyakan penggunaan keuangan sekolah.

Mereka juga meminta berita acara perihal rapat yang sudah dilaksanakan sekolah.

Jika tidak dihiraukan, oknum tersebut menggertak dan marah-marah.

"Kalau mau aman kerja samaki, minta pengertiannya. Kalau mauki aman, mengerti mamiki karena lima orangka dari Makassar," ucap Batman menirukan perkataan oknum tersebut.

"Di SD Waru itu, sempat naambil uang Rp 1 juta karena paksa kepala sekolah," katanya.

Baca: Bakal Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Ini yang Dilakukan Pemkab Luwu Timur

Sekolah yang sudah didatangi diantaranya, SDN Batu Merah, SDN Balantang dan SDN Waru.

Karena kejadian itu, kepala sekolah meminta kepolisian menyelidiki ulah oknum yang sudah meresahkan itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved