Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

40 Warga Bugis-Makassar Terharu Bertemu Jusuf Kalla di New York

Pertemuan sederhana itu digelar di sela-sela lawatan diplomatik Jusuf Kalla pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Warga Indonesia keturunan Bugis-Makassar, Mandar dan Toraja yang bermukim di New York, Amerika Serikat, bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (74 tahun) di kawasan Queens, New York, Amerika, Kamis (21/9/2017) malam atau Jumat (22/9/2017) siang Waktu Indonesia Tengah 

TRIBUN-TIMUR.COM, NEW YORK-- Sekitar 40-an warga Indonesia keturunan Bugis-Makassar, Mandar dan Toraja yang bermukim di New York, Amerika Serikat, bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (74 tahun) di kawasan Queens, New York, Amerika, Kamis (21/9/2017) malam atau Jumat (22/9/2017) siang Waktu Indonesia Tengah.

Pertemuan sederhana itu digelar di sela-sela lawatan diplomatik Jusuf Kalla pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat, sepekan terakhir.

"Ini pertemuan langka, orang Bugis-Makassar itu memang ada di mana-mana, sampai di New York City, kota terbesar di dunia mereka juga masih ada," ujar Kalla, yang lahir di Watampone, pusat kerajaan Bugis di Sulsel ini, seperti dikutip dari Jubir Wapres Husain "Uceng" Abdullah, sore tadi.

Baca: So Sweet! Inilah Puisi Cinta Jusuf Kalla kepada Mufida, Perhatikan Tulisan Tangannya

Uceng menyebutkan, para Diaspora Bugis-Makassar di New York City ini, sengaja mengundang Pak JK untuk bersilaturrahmi bertemu dengan keluarga Bugis-Makassar yang sejak tahun 1940-an orang tua mereka sudah berdiaspora ke New York City.

Di kesempatan itu, JK memberi mereka semangat dan petuah-petuah sebagai perantau agar membaur dan menjalin hubungan baik dengan suku bangsa lain di dunia, yang juga menetap di kota terbesar di dunia itu.

Baca: Wapres Jusuf Kalla Ikut Rapat IKA Unhas Bersama Rektor, Ini Beberapa Hal yang Dibahas

Uceng mengggambarkan, para diaspora Bugis-Makassar itu, bangga dan tak menyangka, wakil presiden bersedia menemui Mereka.

"Rasanya seperti mimpi, bisa bertemu tokoh masyarakat asal Bugis di Amerika. Ini pertama kalinya kami bertemu wakil presiden dari Bugis pula," ujar Amin, yang sudah hampir 60 tahun bersama ayah dan keluarganya menetap di New York.

Mereka digambarkan, bangga dan terharu kedatangan Pak JK seperti mimpi, kata, Haji Amin.

Kebanyakan mereka sudah tak fasih lagi berbahasa Indonesia, namun masih mengerti dan faham beberapa kata dan kalimat sederhana dalam bahasa Bugis dan Makassar.

Mereka juga masih tetap memelihara tradisi dan karakter sebagai suku Bugis-Makassar perantau, yang mudah beradaptasi, toleran, namun gigih dan tabah dalam bekerja dan memperjuangkan hidup sebagai permanent resident di Amerika. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved