Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Luwu Timur Ajak Warga Budidaya Padi Organik, Ini Keuntungannya

Husler mengajak petani mengembangkan produksi beras organik agar bersaing di pasarang sebagai produk unggulan Bumi Batara Guru.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Suasana tanam perdana padi organik di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Petani Padi Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur budidaya padi organik.

Budidaya tersebut masuk dalam program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) beras organik sebagai salah satu komoditi unggulan daerah.

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan pola tanam organik sudah dilakukan sejak 2016.

Sedikitnya luas lahan sudah mencapai 46,4 hektar yang tersebar diseluruh Luwu Timur dengan provitas rata-rata 3,39 ton per hektar.

"Saat ini tanaman padi organik terus kami kembangkan dengan harapan di tahun 2017 ini luasan lahan bisa mencapai 82 hektar," kata Husler disela kegiatan tanam perdana di Desa Manurung, dalam rilisnya, Jumat (11/8/2017).

Program ini mendapat dukungan dari Millenium Challenge Account Indonesia, Yayasan Lembaga Pengkajian Pembangunan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) dan PT Vale Indonesia.

Husler mengajak petani mengembangkan produksi beras organik agar bersaing di pasarang sebagai produk unggulan Bumi Batara Guru.

Selain keuntungan, budidaya beras organik mampu menghemat biaya produksi, hemat tenaga kerja, hemat air dan hasil panen akan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Direktur YLP2EM, Ibrahim Fattah menyebutkan, program tanam padi organik merupakan usaha perusahaan dalam membantu meningkatkan pendapatan petani.

"Program merupakan wujud kepedulian kami dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mendukung program Pemerintah Luwu Timur dalam bidang ketahanan pangan," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved