Ramadan 1438 H

Cerita Moh Agil Ridha, Warga Indonesia yang Berpuasa di Jepang

Menurutnya, mungkin salah satu yang membedakan bulan Ramadan di Jepang dan di Indonesia adalah seolah-olah kita sedang berpuasa seorang diri

Fadhly/Tribun Timur
Moh Agil Ridha 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Marhaban Ya Ramadan, Alhamdulillah tahun ini kita masih dipertemukan dengan bulan suci penuh ampunan dan mulia ini.

Ini merupakan tahun keempat Moh Agil Ridha, warga Indonesia asal Makassar yang menjalankan puasa di negara Matahari Terbit ini, banyak tantangan dan juga godaan dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.

Kurun tiga tahun belakangan, suasana yang dialami alumni Universitas Muhammadiyah Makassar di Jepang, sangat berbeda dengan Indonesia khususnya Makassar kampung halaman. Ini membuat pengalaman puasa di Jepang jadi sangat berharga.

Di Indonesia, Ramadan sangatlah spesial dan berbeda dengan bulan lainnya. Sekolah dan kantor biasanya akan pulang lebih cepat, setelah itu akan menunggu azan Magrib sambil menonton televisi, menyiapkan hidangan berbuka, atau ngabuburit dengan aktifitas yang kita senangi.

Namun, bagaimana dengan kehidupan umat muslim di Jepang selama Ramadan?

Menurutnya, mungkin salah satu yang membedakan bulan Ramadan di Jepang dan di Indonesia adalah seolah-olah kita sedang berpuasa seorang diri.

Suasana buka puasa bersama ummat muslim di Jepang
Suasana buka puasa bersama ummat muslim di Jepang (Handover)

Di sepanjang jalan akan tetap mencium bau makanan dan melihat toko-toko makanan tetap buka pada siang hari. Kami tidak akan menemukan makanan spesial untuk berbuka. Makan sahur pun kami buat sendiri di dalam kamar.

Tidak perlu khawatir, sekarang di Jepang menjadi negara Friendly for Muslim jadi banyak warung makan yang berlabel kan halal dan masjid pun mulai banyak dibangun di beberapa kota besar yang ada di Jepang.

Jadi bagi yang ingin mengunjungi Jepang tidak perlu khawatir lagi akan salat dan makan dimana. Kalian bisa menemukan di web halal navijapan, dan biasanya setiap masjid mengadakan acara bukber, yup buka bersama bagi umat muslim. Biasanya menu buka puasanya dari berbagai negara seperti Turki, Iran, Malaysia dan Indonesia.

Bukber di Masjid Nagoya

Agil begitu ia disapa, belum lama ini melakukan bukber di salah satu Masjid di Nagoya Jepang. Lokasinya di daerah Honjin Dori, Nakamura-ku, Nagoya-shi. Masjid yang dibangun Islamic Association of Nagoya. Ini, merupakan wadah dalam memperdalam Ilmu Islam, juga mempelajari bahasa Arab.

Ada juga kelas belajar Alquran setiap Sabtu bagi dewasa dan wanita. Di masjid ini pun terkadang didatangkan ulama untuk mengisi seminar dan ceramah.

Suasana buka puasa bersama ummat muslim di Jepang
Suasana buka puasa bersama ummat muslim di Jepang (Fadhly/Tribun Timur)

Untuk mengaksesnya, ada jalur Higashiyama subway menuju stasiun Honjin sekitar 3/4 menit jalan kaki. Sedangkan jalur Meitetsu menuju stasiun Sakou 5 menit jalan kaki dan dari stasiun Nagoya sekitar 15 menit jalan kaki.

Di masjid ini saya seperti berada di Indonesia. Nikmatnya Ramadan pun begitu terasa dengan berbuka bersama. Meski tidak ada kolak, pallubutung, es cendol, dan es pisang ijo andalanku, namun kebersamaanya yang begitu dirindukan. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved