Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suasana Pedesaan di Makassar, Ada di Rumah Kecil Pannara

Rumah Kecil Pannara adalah sebuah cafe sederhana yang dibangun di belakang perumahana warga, dan berbatasan langsung dengan sawah.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ina Maharani
Suasana Pedesaan di Makassar, Ada di Rumah Kecil Pannara - di-jl-pannara_20170419_102346.jpg
TRIBUN TIMUR/ FAHRIZAL SYAM
Rumah Kecil, di Jl Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar
Suasana Pedesaan di Makassar, Ada di Rumah Kecil Pannara - rumah-kecil-pannara_20170419_103913.jpg
TRIBUN TIMUR/ FAHRIZAL SYAM
Rumah kecil Pannara

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jenuh dengan suasana Perkotaan dan butuh tempat nyaman layaknya pedesaan? Mungkin Rumah Kecil, di bilangan Jl Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar ini menjadi salah satu alterbatif bagi anda.

Rumah Kecil Pannara adalah sebuah cafe sederhana yang dibangun di belakang perumahana warga, dan berbatasan langsung dengan sawah.

Jika mengunjungi tempat ini,anda akan disuguhkan dengan pemandangan khas pedesaan. Sawah yang menghampar luas, dan beberapa hewan unggas seperti angsa akan menemani anda.

Meski berlabel cafe, namun Rumah Kecil tidak seperti tempat makan biasanya. Rumah Kecil lebih mengutamakan kenyamanan tempatnya dibanding makanan yang dijual.

Tempatnya pun terbilang cukup tersembunyi. Anda harus memasuki lorong-lorong sempit di antara rumah padat penduduk di Jl Pannara. Rumah kecil awalnya merupakan rumah pribadi milik Haswadi Haruna, seorang pekerja seni di kota Makassar.

Lahan ini seluas 500 meter persegi. Namun seperti namanya, bangunan rumah sangat mungil. Bangunannya hanya berupa kamar tidur dan dapur yang masing-masing berukuran 2x3 meter. Sisanya berupa halaman yang belakangan disulap menjadi ruang publik.

Makanan yang disajikan pun hanya berupa mie bakso, ubi, kentang, atau pisang goreng, dan beberapa jenis minuman. Namun yang spesial, jika berada di sana, selain menikmati pemandangan alam, anda juga akan ditemani berbagai jenis satwa.

Di sana terdapat unggas seperti ayam mutiara, angsa, burung gagak, burung beo, beberapa jenis burung paruh bengkok, kolam ikan lele, dan kolam ikan terapi.

Pemilik Rumah Kecil, Haswadi saat ditemui, Selasa (18/4/2017) mengatakan awalnya tempat tersebut tidak dirancang sebagai tempat usaha.

"Dilihat dari aspek usaha, saya susah menjelaskan seperti apa, karena rumah kecil ini sesungguhnya tidak dirancang untuk bisnis. Saya membangun saja, trus apa yang ada di hati dan kepala saya coba aplikasikan," ujarnya.

Rumah Kecil dibangun mulai tahun 2009 lalu, dan dirancang sebagai tempat edukasi dan rekreasi, dan tempat berkumpul bagi keluarga Haswadi. Tempat tersebut kemudian mulai menjual makanan dan minuman sejak 10 Maret 2016.

"Dimulainya dari menanam tumbuhan sekitar 8 tahun yang lalu. Saya buka umum rumah kecil ini, mulai 10 ?aret 2016. 7 tahun cuma berproses, karena yang ada di sini adalah proses penggambaran jiwa, dari awal Rumah Kecil dirancang untuk di dalamnya ada proses edukasi," ujarnya.

"Kenapa namanya rumah kecil, karena rumahnya memang kecil. Saya tidak pernah membayangkan rumahnya besar. Saya ingin rumah kecil yang punya halaman luas dan orang bisa bercengkerama di mana saja," tambahnya.

Ia melanjutkan, Rumah Kecil dibangun ini berangkat dari keikhlasan pemiliknga, tidak ada komersial, cuma tempat bercengkrama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved