Jadi PTNBH, Menristek Dikti Tantang Unhas Masuk Daftar Perguruan Tinggi Dunia

"PTN BH mendorong perguruan tinggi untuk masuk kelas dunia dengan memberikan otonimi di bidang akademik dan non akademik," jelas Prof Mohammad Nasir.

Jadi PTNBH, Menristek Dikti Tantang Unhas Masuk Daftar Perguruan Tinggi Dunia - ptnbh-unhas_20170116_225512.jpg
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
enteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohammad Nasir PhD AK Kick Off Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai entitas penuh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).Kick Off tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Lt 2 Ruangan Rapat Senat Universitas yang dihadiri Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA dan sivitas Unhas, Ketua Majelis Walih Amanat (MWA), Prof Dr Basri Hasanuddin MA.Kick off tersebut ditandai dengan penandatanganan perasasti oleh Prof Mohammad Nasir yang disaksikan, Prof Dwia, Prof Basri dan sivitas Unhas serta tamu undangan yang merupakan mitra kerja Unhas. tribun timur/muhammad abdiwan
Jadi PTNBH, Menristek Dikti Tantang Unhas Masuk Daftar Perguruan Tinggi Dunia - ptnbh3_20170116_225956.jpg
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
enteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohammad Nasir PhD AK Kick Off Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai entitas penuh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).Kick Off tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Lt 2 Ruangan Rapat Senat Universitas yang dihadiri Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA dan sivitas Unhas, Ketua Majelis Walih Amanat (MWA), Prof Dr Basri Hasanuddin MA.Kick off tersebut ditandai dengan penandatanganan perasasti oleh Prof Mohammad Nasir yang disaksikan, Prof Dwia, Prof Basri dan sivitas Unhas serta tamu undangan yang merupakan mitra kerja Unhas. tribun timur/muhammad abdiwan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohammad Nasir PhD AK meresmikan kick off Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai entitas penuh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Kick Of berlangsung di Gedung Rektorat Lt 2 Ruangan Rapat Senat Universitas ditandai penandatanganan prasasti oleh Prof Muhammad Nasir didampingi Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, Ketua Majelis Walih Amanat (MWA), Prof Dr Basri Hasanuddin MA.

Prof Mohammad Nasir menegaskan bahwa status PTN BH merupakan usaha pemerintah untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia masuk ke daftar perguruan tinggi dunia.

"PTN BH mendorong perguruan tinggi untuk masuk kelas dunia dengan memberikan otonimi di bidang akademik dan non akademik," jelas Prof Mohammad Nasir.

Sehingga Kementrian ke depan hanya akan melakukan monitoring berdasarkan kontrak kinerja antara rektor, Majelis Wali Amanat dan Menristek Dikti yang akan dievaluasi nantinya dan dicarikan solusi jika belum tercapai.

Peningkatan kualitas khususnya dalam bidang penelitian menjadi hal yang ditekankan, Prof Muhummad Nasir kepada Unhas untuk ditingkatkan. "Jika tahun lalu hanya 300 maka tahun ini harus 400," katanya memberi contoh.

Selain itu, Prof Muhammad Nasir memberikan penekanan kepada semua profesor di Indonesia untuk menulis dan harus terpublikasi secara Internasional, jika tidak makan tunjangan bisa dicabut.

"Berdasarkan peraturan pemerintah, jika ada Profesor tidak Produktif lagi maka tunjangannya akan ditinjau ulang bahkan bisa dicabut, tantangan harus publikasi Internasional," katanya.

Selanjutnya Menristek Dikti menargetkan tiga perguruan tinggi negeri lagi untuk bertranspormasi sebagai PTN BH di tahun 2017. Saat ini ada 11 perguruan tinggi negeri berstatus PTN BH dari 122 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia menegaskan, dengan status PTN BH tersebut Unhas bisa dengan mudah mencapai visi dan misi dengan melakukan berbagai inovasi tanpa harus terkendala perijinan dan lambatnya pengurusan administrasi dari pusat.

"Terkadang inovasi dan kteativitas terkendala perijinan dan pengurusan administrasi yang panjang, sementara kita ingin cepat karena desakan kebutuhan," kata Prof Dwia.

Prof Dwia memberikan contoh pembukaan program studi (prodi) saja butuh waktu yang lama, namun dengan status PTN BH Unhas bisa kapan saja membuka prodi dengan kesepakatan anggota MWA.

Prof Dwia juga mengatakan dengan status PTN BH, Unhas bisa memberikan interpensi kepada dosen dalam peningkatan SDM dengan memberikan target tiap Fakultas mempatenkan produk dan penelitian.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved