Awalnya Tukang Batu, Kini Pria Takalar Ini Juragan Bakso di Belopa

Dg Tawang bersama adiknya, pun mulai dorong gerobak keliling Belopa, menjajakan bakso buatannya.

Awalnya Tukang Batu, Kini Pria Takalar Ini Juragan Bakso di Belopa
desy/tribunluwu.com
Ramli Daeng Tawang 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ramli, sapaan akrab Daeng Tawang, asal Kabupaten Takalar, memutuskan merantau ke Belopa, Kabupaten Luwu, beberapa tahun silam.

Awalnya Dg Tawang yang datang bersama istri menjadi tukang batu dengan gaji Rp 25 ribu per hari.

"Awal saya datang kesini jadi tukang batu di gaji Rp 25 ribu perhari," ujarnya kepada tribunluwu.com, Sabtu (14/1/2017).

Seiring waktu, Dg Tawang mulai gelisah dengan pendapatannya yang tak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.

Dg Tawang akhirnya memutuskan berhenti sebagai tukang dan memilih mengikuti jejak ayahnya yang lebih dulu berjualan bakso.

Modal awalnya pinjam dari koperasi sebesar Rp 500 ribu.

"Saya juga panggil adikku untuk bantu jualan," tuturnya.

Dg Tawang bersama adiknya, pun mulai dorong gerobak keliling Belopa, menjajakan bakso buatannya.

Keuletan dan semangat besar Dg Tawang untuk mengubah nasib mulai membuahkan hasil.

Kini, dia telah memiliki 6 gerobak bakso dan beberapa karyawan yang seluruhnya adalah keluarganya.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada enam gerobak yang jalan, ada gerobak motor, ada gerobak dorong sama gerobak sepeda," tutupnya.

Dari jualan bakso, saat ini Dg Tawang membangun rumah di Takalar dan membeli mobil pick up.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved