Kapal Perang Jepang di Sungai Malili Ditempati Cuci Pakaian
Sehari-hari, bangkai kapal dipakai warga Balantang sebaga tempat mencuci atau sekadar duduk-duduk santai.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI- Bangkai kapal perang Jepang masih ada di Sungai Malili, Dusun Balantang Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Tribunlutim.com berkunjung ke kapal ini, Rabu (19/10/2016).
Menurut warga setempat, Yusuf, kapal ini digunakan tentara Jepang pada masa penjajahan.
"Saya belum lahir dan sudah ada ini kapal di sini," kata Yusuf kepada tribunlutim.com.
Panjang bangkai kurang lebih 30 meter.
Bagian haluan kapal tidak terlihat, karam.
Sedangkan buritan dan sebagian lambung serta geladak masih nampak.
Besi menara pemantau kapal masih menjulang ke udara.
Di bagian dek kapal, terdapat meriam.
Meriam terlihat jelas saat air sungai lagi surut.
Beberapa bagian dinding kapal yang karatan dipenuhi coretan dan ditumbuhi tanaman liar.
Sehari-hari, bangkai kapal dipakai warga Balantang sebaga tempat mencuci pakaian atau sekadar duduk-duduk santai.
Tentara Jepang meninggalkan kapal tersebut menyusul serangan nuklir Amerika Serikat ke Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada tahun 1945 silam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kapal-perang-jepang-di-sungai_20161019_105212.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kapal-jepang_20161019_105227.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bangkai-kapal_20161019_105313.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kapal-perang-jepang2_20161019_105344.jpg)