Usai Nonton Film Uang Panai, Wabup Soppeng: Saya Ingin Segera Nikah
“Ini film luar biasa. Bagus dinonton. Terutama anak muda yang masih jomblo seperti saya,” kata alumni SMAN 2 Neneurang Soppeng-Watansoppeng ini.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Bupati Soppeng Supriansah SH MH akhirnya mengaku ingin segera bisa menikah.
Syaratnya, mempelai wanita tak mematok ‘uang panai’ terlalu mahal.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia mengatakan hal itu usai menonton film Uang Panai, Kamis (22/9/2016) malam. Bertempat di Studio XXI Mal Panakkukang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
“Ini film luar biasa. Bagus dinonton. Terutama anak muda yang masih jomblo seperti saya,” kata alumni SMAN 2 Neneurang Soppeng-Watansoppeng ini.
Lelaki yang akrab disapa Anca itu kini berusia 49 tahun. Empat bulan lagi atau tepat 1 Februari 2017 nanti, genap berusia 50 tahun. Namun pendiri Makassar Intelektual Law (MIL) ini belum menikah.
Saat nonton film Uang Panai, Supriansah mengajak sejumlah aktivis MIL dan beberapa sahabatnya. Termasuk Eksekutif Produser film Uang Panai, dr Wachyudi Muchsin.
“Saya akan ajak orang Soppeng juga nonton film ini,” kata Supriansa yang mengaku baru tiba di Makassar dari Jakarta, tadi siang. Saat itu juga langsung mengajak rekannya cari tiket untuk nonton film Uang Panai.
Ia mengaku penasaran dengan film yang disutradarai Asril Sani dan Halim Gani Safia tersebut.
Pasalnya, dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan sejumlah rekannya di Jakarta maupun di Makassar, selalu bicarakan tentang film Uang Panai.
Film drama komedi ini dirilis sejak 25 Agustus lalu. Namun baru hari ini ia bisa menontonnya.
“Ternyata memang filmnya bagus sekali. Empat jempol untuk film ini,” puji lelaki yang pernah mengikuti US State Department -International Visitors Leadership Exchange Program Graduate ini.
Saat menonton, Supriansa yang datang mengenakan kemeja batik ini beberapa kali tak bisa menahan tawa. Ia juga sempat tak bisa menahan menitikkan air mata.
Katanya, film karya sineas anak Makassar ini tak sekadar menghibur. Tapi juga berisikan pesan-pesan luhur tentang budaya Bugis Makassar.
“Inti pesan yang saya tangkap, jangan cepat menyerah. Termasuk urusan melamar. Semua bisa dikomunikasikan,” kata Supriansa yang datang nonton mengenakan kemeja batik.
Jadi kapan Supriansa melamar gadis pujaannya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/supriansa_20160922_205332.jpg)