Macet 'Idul Adha 2014, Terulang di Simpang Lima Mandai
Kemacetan sudah terjadi sejak pukul 14.30 wita, siang.Artinya, antrean kendaraan sudah hampir 9 jam.
Penulis: Ansar | Editor: Thamzil Thahir
MAROS, TRIBUN - Kemacetan parah menjelang Lebaran Idul Adha, kembali terulang di Simpang Lima Mandai, Maros, Sabtu (10/9) malam.
Kemacetan ini mengulang insiden 'Macet Total' dua menjelang perayaan Idul Adha 1435 H, 5 Oktober 2014 dan 2015 lalu.
Hingga pukul 23.45 wita, tadi malam lalulintas dari jalur Maros-Makassar, seperti membeku. Nyaris tak ada pergerakan kendaraan.
Kemacetan sudah terjadi sejak pukul 14.30 wita, siang.
Artinya, antrean kendaraan sudah hampir 9 jam.
Dibandingkan kemacetan Idul Adha 2014 lalu, untuk menempuh Makassar kota Maros, butuh 13 jam.
Dari pantauan Tribun, kemacetan mulai dari simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sampai hingga Maccopa Jl Poros Maros, bahkan meringsek hingga kota Maros.
Laju dan pergerakan kendaraan roda empat nyaris hanya 100 meter / jam.
Panjang kendaraan yang stagnan sekitar 8,1 km.
"Ini bisa sampai pagi kita disini," kata Anshar, warga Daya, Makassar yang akan mudik ke kampung halamannya, Wajo.
Hal ini disebabkan beberapa truk bermuatan berat parkir di depan bengkel Maccopa.
Seorang pengemudi truk Mistsubishi orange dari arah Makassar, Conding yang ditemui di depan pasar Batangase Maros, mengatakan, arus lalulintas dari arah tol hanya padat saja.
Setelah berada di simpang lima, kemacetan sudah terjadi. Dia mengaku belum mengetahui penyebab kemacetan tersebut.
"Mulai dari depan bandara (Hasanuddin). Kalau di tol, tidak terlalu macetji. Tidak tahu apa penyebabnya ini," kata sopir menuju Pangkajene, Sidrap ini.
Conding mengaku, terjebak macet setelah magrib. Namun hingga berita ini diturunkan, dia masih berada di lokasi kemacetan.
Setelah lepas di Maccopa, kemacetan juga terjadi di depan SPBU Buttatoa sampai pertigaan Jl Jenderal Sudirman- Lanto Dg Passewang.
Jarak kemacetan tersebut sekitar setengah kilometer. Kemacetan ini disebabkan, proyek betinisasi mulai dari depan wisata kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Maros sampai jembatan baru Jl Jenderal Sudirman belum rampung.
Kemacetan diperparah dengan kondisi jembatan baru yang sempit dan hanya bisa dilintasi dua baris mobil dari arah yang berlawanan.
Beberapa titik kemacetan tersebut seperti, mulai dari Batangase Maros sampai simpang lima bandara Hasanuddin Makasar.
Dari arah sebaliknya, kemacetan mulai simpang lima sampai perbatasan Makassar- Maros. Kemacetan tersebut disebabkan proyek underpass yang belum rampung.
Pengendara yang melintas dari arah Maros harus mengambil sisi kiri jalan. Dari arah Makassar, pengendara juga mengambil sisi kiri.
Pembangunan undepass yang berada di tengah jalan masih ditutup dengan menggunakan pagar yang terbuat dari seng.
Selain itu, titik kemacetan lain seperti depan pasar Batangase, Ballu-ballu, depan pasar tumpah Maccopa dan di sekitar proyek betonisasi di depan kawasan wisata kuliner Maros Pantai Tak Berombak (PTB) sampai jembatan baru serta di depan pasar sentral Maros Jl Jenderal Sudirman.
Setelah melewati pasar, arus lalulintas kembali berjalan lancar di jalur Maros- Pangkep.
Beberapa polisi lalulintas yang bertugas mengatur arus lalulintas dan mengarahkan pengendara untuk melintas di jalur alternatif.
Jalur alternatif tersebut mulai masuk di PTB samping kiri kantor Bupati Maros, lalu belok kiri ke jalan Criayant, kemudian ke kiri lagi di jalan Pettarani.
Setelah itu, pengendara akan mendapatkan bundaran kupu- kupu di ujung jalan tersebut.
Bagi pengendara yang ingin menuju ke arah Pangkep, langasung belok kiri. Sekitar 200 meter kemdian, terdapat traffic light. Pengendara belok kanan ke arah jalan trans Sulawesi.
Untuk pengendara, yang menuju Bantimurung atau arah Bone, bisa langsung belok kanan di bundaran kupu- kupu tersebut dan lurus menuju ke Ahmad Yani, lalu ke jalan Makmur. (anc)