Antisipasi Ancaman Teroris, Penjinak Bom Standby di Bandara Sultan Hasanuddin
Personel tersebut mulai disiagakan sejak H-7 lebaran dan baru selesai pada H-7 lebaran.
Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Polda Sulsel menurunkan 16 personel Gegana Brimob, delapan di antaranya penjinak bom dan delapan personel wan teror, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (10/7/2016).
Personel yang bersenjata laras panjang jenis styer dan berpakaian lengkap itu, ditugaskan untuk mengantisipasi adanya teroris yang mengancam keselamatan warga.
Komandan Tim (Dantim) Gegana, Iptu Ipnatius Excel mengatakan, personel tersebut ditugaskan di dua tempat, demi menjaga kenyamanan calon penumpang.
Wan teror ditempatkan di pos pengamanan simpang lima Bandara dan penjinak bom di areal bandara, seperti di ruang keberangkan dan kedatangan.
"Tim Gegana ditugaskan disimpang lima dan ada juga disini (bandara). Kami selalu siap untuk menghadapi ancaman teroris," katanya.
Personel tersebut mulai disiagakan sejak H-7 lebaran dan baru selesai pada H-7 lebaran. Selama bertugas, Gegana tersebut rutin berpatroli dua jam sekali.
Menurutnya, sampai saat ini, meski calon penumpang pesawat ramai dan membludak namun kondisi Bandara masih aman dari ancaman teroris.
"Sampai saat ini situas masih aman terkendali meski calon penumpang semakin banyak. Kami tetap siap dan standby menghadapi ancaman. Kami akan bergerak cepat jika ada teroris," katanya.