Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dianjurkan Nabi, Ini Doa Malam Lailatul Qadar

Ini masa-masa ‘pencarian’ Lailatul Qadar, 10 hari terakhir Ramadan.

Editor: Ilham Mangenre
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Ratusan jamaah mengikuti salat malam di Masjid Raya Makassar, Rabu (8/7/2015) dini hari. Sejumlah jamaah beritikaf atau menetap di masjid disertai dengan menyibukkan diri dengan ibadah seperti memperbanyak membaca Alquran, berzikir, doa dan istigfar pada sepuluh malam terakhir Ramadan mengharapkan datangnya malam Lailatul Qadar. tribun timur/muhammad abdiwan 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Hari ini memasuki puasa ke-22 Ramadan 1437 Hijriah atau Senin (27/6/2016), sebentar lagi tarawih ke-23.

Ini masa-masa ‘pencarian’ Lailatul Qadar, 10 hari terakhir Ramadan.

Dianjurkan banyak berdoa pada malam yang agung itu. Sudah tahu doa yang harus dibaca?

Yaitu doa yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat. Khususnya doa istimewa yang diajarkan RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, yaitu saat ‘Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?” kemudian Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

Karenanya, jangan lupakan doa ini di malam Lailatul Qadar.

[baca juga: Sudah Tahu Cara Mendapatkan Lailatul Qadar? Berikut Ini]

Nama Allah “Al-‘Afuww” (Mahapemaaf)

Nama Allah “Al-‘Afuww” disebutkan lima kali dalam Al-Qur’an. Pertama, disebutkan bersama nama-Nya “Al-Qadir”.

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. Al-Nisa': 149).

Terkadang seseorang memaafkan kesalahan orang lain karena dia tidak mampu membalas atas keburukannya.

Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan, Dia memaafkan, padahal Dia kuasa membalas keburukan (dosa) hamba.

Maka ini adalah pemberian maaf yang sebenarnya dan sangat istimewa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved