Puasa dan Kesehatan
Sehat dengan Puasa
Agar kebutuhan energi terpenuhi, pola makan saat sahur harus mencakup 40 persen makanan besar, 30 persen makanan kecil
KITA percaya bahwa puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum, dan juga bukan sekedar menggeser sarapan pagi ke waktu sahur dan makan siang di dorong ke makan malam. Puasa telah dipercaya dan dibuktikan kaya akan berkah dan manfaat, baik secara fisik maupun non-fisik bagi yang melakukannya dengan baik dan sempurna disertai dengan keimanan.
Sebagian orang tidak merasakan dan memperoleh manfaat fisik berupa kesehatan dari puasa Ramadhan karena ketidaktahuan atau terlena. Kata Rasul Muhammad SAW ”Berapa banyak orang yang berpuasa, tapi ia tidak memperoleh apa-apa dari puasanya melainkan sekedar lapar dan dahaga (HR Nasai, Ibnu Madjah dan al-Hakim).
Hal yang kita harus ketahui, bahwa pola makan selama puasa itu tidak ada perbedaan antara orang yang berpuasa dan tidak berpuasa (baik dari segi total kalori dan komposisi). Hanya saja jumlah, jenis, dan waktu makan pada orang yang berpuasa harus diatur.
Agar kebutuhan energi terpenuhi, pola makan saat sahur harus mencakup 40 persen makanan besar, 30 persen makanan kecil (sebelum imsak), dan jangan lupa minum 3-5 gelas air untuk menghindari dehidrasi ringan di siang hari. Ketika sahur usahakan makan dengan komposisi lengkap, yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur dan susu.
Sementara saat berbuka, mulailah dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang ringan dan manis. Tujuannya agar cepat mengganti kadar gula darah yang sudah turun seperti teh manis, koktail, kurma. Setelah itu, baru makan lengkap setelah sholat magrib
Berikut ini beberapa tips dari pakar gizi IPB Prof Dr Hardinsyah MS, agar tubuh tetap bugar di bulan puasa.
1 Pahami kesehatan tubuh
Kalau hanya sakit ringan seperti flu dan batuk lebih baik diupayakan berpuasa. Bila sakit dalam kondisi rawat jalan, tetapi mempunyai keinginan kuat untuk berpuasa sebaiknya konsultasikan ke dokter
2 Sahur mendekati imsak
Hindari sahur yang lebih dini yang bisa memperpanjang masa lapar dan memperparah rasa haus di siang harinya. Perbanyak konsumsi nasi, lauk-pauk, sayur dan minum 2-4 gelas air minum pada saat sahur. Menu sahur sebaiknya kurangi makanan yang digoreng, makanan yang asin, dan makanan yang dibuat dari tepung
3 Berbuka sedini mungkin
Berbuka tepat waktu dengan cara yang benar akan mempercepat pengembalian energi yang hilang dan lelah di siang hari. Berbuka sebaiknya dimulai dengan buah-buahan segar manis, bisa juga jus buah disertai minum dan kudapan kecil lainnya yang mengandung kabohidrat.
4 Utamakan anekaragam makanan yang padat gizi
Frekuensi makan selama puasa berkurang dan kapasitas tubuh untuk menerima makanan juga berkurang sekitar 10-20 %. Agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi makanlah makanan padat gizi dari beraneka ragam jenis pangan meliputi makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah.
5 Hindari makanan dan minuman yang serba ter...
Bumbu-bumbuan penting untuk menggugah selera makan, tetapi jangan berlebihan. Makan dan minumlah yang tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, tidak terlalu asem, tidak terlalu manis, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.