Pengikut Bantah Tarekat Naqsabandiyah Aminiyah Soppeng Sesat
Tarekat ini berpusat di Dusun Gelleng E, Desa Bulu E, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Penulis: Awaluddin Marwan | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNSOPPENG.COM, LALABATA- Pengikut tarekat Naqsabandiyah Aminiyah yang dicurigai sesat menanggapi pernyataan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng.
Tarekat ini berpusat di Dusun Gelleng E, Desa Bulu E, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
"Seharusnya penilaian sesat dan tidak hanya orang tarekat juga karena ada hal yang memang tidak bisa diungkapkan dengan lisan," kata Lamini, pengikut Naqsabandiyah Aminiyah, kepada tribunsoppeng.com, di Desa Bulu'e, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Minggu (5/6/2016).
Menurutnya, tarekat yang mereka jalankan semata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Jadi, adanya foto mursyid (guru pembimbing) terpajang saat melaksanakan ibadah itu bentuk penghormatan kami kepada beliau dan sebagai washilah (penghubung) kepada Allah SWT," ujarnya.
Foto, lanjut Lamini, guru pembimbing tersebut bukan berarti disembah. [Baca juga:Kemenag Soppeng Akan Bubarkan Tarekat Naqsabandiyah Aminiyah]
"Melainkan menghormati sama halnya saat para malaikat diperintahkan kepada Allah sujud kepada Nabi Adam.
perintah sujud tersebut hanya bentuk penghormatan dan saya pikir Kemenag tahu akan sejarah itu."
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Huzaemah Rauf, beberapa hari lalu, menyampaikan, tarekat Naqsabandiyah Aminiyah akan dibubarkan jika keberadaannya meresahkan masyarakat.
"Meskipun ibadahnya sudah sesuai syariat, tapi tata cara pelakasanaan ibadahnya jauh dari contoh-contoh nabi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rumah-lamini_20160605_191515.jpg)