Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Begini Kebiasaan Dokter Husain Husni, Sebelum Meninggal

melalui APBD perubahan Pak Bupati sudah siap-siap anggarkan alat khusus penyakit saraf yang tentu akan dioperasikan Pak Dokter Husain.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Thamzil Thahir
Begini Kebiasaan Dokter Husain Husni, Sebelum Meninggal - edisi_dokter_husain_husni_20160514_170229.jpg
Handover
Dokter ahli RSUD A Sultan Bulukumba, dr Husain
Begini Kebiasaan Dokter Husain Husni, Sebelum Meninggal - suasana_rumah_dinas_dr_husain_husni_20160514_170227.jpg
dok/tribun/samba
Suasana rumah dinas almarhum drHusain Husni diLembanna, Kajang, Bulukumba, Jumat (13/5/2016)
Begini Kebiasaan Dokter Husain Husni, Sebelum Meninggal - lokasi-kecelekaan-dr-husain-husni-di-zona-selamat-sekolah-pajjuku_20160514_170513.jpg
dok/kresna putra
Lokasi Kecelekaan dr Husain Husni di Zona Selamat Sekolah, di Jalan PorosMakassar-Bantaeng, Kampung Tanetea, Desa Nipa-nipa, Pajjukukang, Bantaeng

WARGA Bulukumba merasa berduka yang mendalam atas tewasnya dokter Husain (42) dalam perjalannya dari Bulukumba ke Makassar di Tanetea, Bantaeng subuh kemarin?

Bupati Bulukumba Andi Syukri Sappewali dan Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria,serta puluhan pejabat serta anggita DPRD setempat, datang khusus melayat ke rumah duka di Kajang.

Foto: Kondisi Mobil sang Dokter 

"Buklukumba kehilangan dokter yang sangat merakyat. Almarhum ini dokter sejati, dia bukan dokter biasa," kata Syukri, merujuk kesan dan cerita warganya tentang sisi kemanusian almarhum.

Husain meninggalkan seorang istri bernama Dokter Asrawati Asmat dan empat orang anaknya.

Selama ini tinggal di kompleks Puskesmas Lembanna Kajang atau sekitar 40 kilometer dari timur Ibukota Bulukumba.

Seperti dokter jaman dulu, dia kerap mendatangi rumah pasien yang sedang sakit parah.

Meski dia sebagai dokter spesialis saraf di RSUD A Sultan Dg Radja Bulukumba.

Karena terungkap dokter Husain tak sekadar dokter. Dia memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, dia juga dikenal suka menolong pasien meski pasian tak memiliki pembayaran obat yang cukup.

" Beliau ini tak sekadar dokter, dia suka menolong pasiennya kalau tak cukup pembayarannya dia ikhlaskan dia juga sering menasehati pasien bahwa bukan obatnya yang bisa sembuhkan penyakit, tapi dia ajak pasien agar banyak berdoa kepada Allah SWT," kata Tima salah seorang warga Desa Lembanna.

Kehilangan yang mendalam juga dituturkan oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto. Saat mengunjungi rumah duka di Desa Lembanna kemarin siang.

"Yang jelas warga Bulukumba sangat kehilangan. Beliau ini tak sekadar dokter, dia dermawan dan sangat berjasa dalam pengembangan syiar Islam khususnya di Kajang dan Bulukumba," kata Tomy.

Sedang secara medisnya, Bulukumba juga kehilangan dokter berkualitas karena hanya satu-satunya dokter ahli saraf saat ini dan baru dua di Indonesia bagian Timur.

"Bahkan melalui APBD perubahan Pak Bupati sudah siap-siap anggarkan alat khusus penyakit saraf yang tentu akan dioperasikan Pak Dokter Husain. Tapi kami perlu tinjau rencana itu," katanya.

Adik sepupu almarhum, Sofyan mengungkapkan bahwa setiap akhir pembicaraannya selalu minta maaf baik kepada pasiennya, istrinya, anggota keluarga lainnya dan anggota Jamaah Tablig lainnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved